Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng.

Jakarta, karebaindonesia.id – Wakil Ketua Komisi X DPR Agustina Wilujeng meminta Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim melakukan vaksinasi dan tes swab bagi para siswa yang akan ikut sekolah tatap muka pada Juli 2021.

Agustina mengatakan, Nadiem bisa menggunakan alokasi dana pendidikan di APBN yang tahun ini mencapai Rp 550 triliun. Menurutnya, ada sekitar Rp 200 triliun dari jumlah itu yang bisa digunakan untuk persiapan sekolah tatap muka.

“Betul (vaksinasi murid) dibiayai oleh pemerintah. Bukan hanya vaksin, saat mereka kumpul pertama dites swab. Kita jadi tahu anak-anak ini bebas covid atau tidak. Kalau tidak, segera dirawat dan dibiayai negara,” kata Agustina dalam bincang-bincang daring bersama PDIP, Rabu (5/5) kemarin.

Dilansir oleh karebaindonesia.id dari cnnindonesia.com, Agustina mengkritik rencana pemerintah yang hendak membuka sekolah tatap muka pada Juli 2021. Menurutnya, kebijakan itu tak disertai solusi menjamin keamanan dan kesehatan anak murid di sekolah.

Ia menyebut para orang tua ragu untuk mengirim anaknya ke sekolah karena tak ada jaminan dari pemerintah. Ia pun mendorong Nadiem agar memastikan sekolah tatap muka aman dengan vaksinasi dan tes swab.

“Secara psikologis, ketika orang tua merasa anak-anak saya berada dalam satu kelas dengan yang belum dideteksi terkena virus atau tidak, kan pasti kegiatan tatap muka tidak akan terjadi,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah mengizinkan sekolah dan pemerintah daerah melakukan sekolah tatap muka. Kebijakan diterapkan sejak awal tahun 2021.

Meski begitu, belum semua sekolah berani menggelar pembelajaran tatap muka. Mendikbudristek Nadiem Makarim menyebut baru 25 persen sekolah yang melakukan pembelajaran tatap muka.

Pemerintah pun memutuskan akan membuka pembelajaran tatap muka pada Juli 2021. Saat ini, pemerintah fokus menyuntik vaksin Covid-19 bagi para guru.

“Pemerintah mengambil sikap bahwa bagi, alhamdulillah, guru-guru sudah jadi prioritas vaksinasi. Saat guru-guru tersebut sudah melalui vaksinasi, sekolah diwajibkan membuka opsi tatap muka,” ujar Nadiem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *