Sumber gambar : wjtoday.com

Karebaindonesia.id – Eks Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan mengajukan diri sebagai justice collaborator (JC) pasca dirinya ditetapkan sebagai tersangka penerima suap kasus Pergantian Antar Waktu (PAW) Harun Masiku, Rabu (22/07/2020).

Wahyu Setiawan akan membeberkan fakta kasus yang menimpanya, termasuk mejawab keterkaitan petinggi PDIP yakni Megawati dan Hasto Kristiyanto di kasus Harun Masiku.

Dilansir dari Kompas.com, Mantan Kuasa Hukum Wahyu Setiawan, Saiful Anam, SH, MH menyebut bahwa Wahyu akan membongkar berbagai pihak yang turut terlibat dalam kasus suap PAW.

“Pembongkaran termasuk misalkan dugaan ke Hasto (Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto) dan juga PDI-P, Megawati, beliau itu akan membuka proses itu semua, apakah ada keterlibatan,” ujar Saiful.

Lanjut Saiful, eks komisioner KPU akan membongkar kecurangan yang terjadi pada Pemilu 2019 lalu. Namun, pernyataan itu telah diluruskan oleh Tony Akbar Hasibuan selaku Kuasa Hukum Wahyu.

“Menurut pemberitaan media yang ada, menyatakan bahwa Wahyu Setiawan mengajukan justice collaborator (JC) akan membongkar kecurangan pilpres dan pilkada merupakan pernyataan pribadi saudara Saiful Anam, bukan pernyataan resmi Bapak Wahyu Setiawan, maka dengan ini kami sampaikan klarifikasi,” kata Tony.

Sebelumnya telah diberitakan bahwa Wahyu didakwa menerima suap sebesar 57.350 dollar Singapura atau setara Rp 600 juta dari mantan caleg PDIP Harun Masiku melalui kader PDIP Saeful Bahri.

Suap diterima Wahyu sewaktu menjabat sebagai anggota KPU periode 2017-2019 melalui Agustiani Tio Fridelina. Suap itu diberikan agar eks komisioner KPU menyetujui permohonan PAW DPR yang diajukan PDIP untuk mengganti Riezky Aprilia dengan Harun Masiku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *