Makassar, karebaindonesia.id – Salah satu dari tiga tersangka kasus OTT di Dinas Pendidikan Kabupaten Sidenreng Rappang, Ahmad menjadi tahanan Mapolda Sulawesi Selatan. Di hadapan wartawan, Ahmad menyatakan siap membeberkan keterlibatan Bupati Sidenreng Rappang, Dollah Mando dalam kasus korupsi di Dinas Pendidikan Kabupaten Sindereng Rappang

“Saya pasti beberkan keterlibatan Bupati Sidrap dan putranya di persidangan. Saya tidak mau jadi korban, saya ini hanya anak buah di level empat dan saya anak buah yang patuh pada atasan,” kata Ahmad yang ditemui di tahanan Mapolda Sulsel yang dilansir dari menitindonesia com pada Rabu, 29 Juli 2020 kemarin pagi.

Dalam pengakuannya lebih dalam, Ahmad yang seorang PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) di Dinas Pendidikan Sidenreng Rappang itu mengaku sangat malu pada masyarakat Sidenreng Rappang , khususnya kepada keluarganya karena kasus yang tengah dideranya.

“Padahal saya hanya menjalankan perintah atasan. Atasan bilang ambil itu uang dan bayarkan tagihan putra Bupati, ya saya laksanakan. Ini perintah atasan,” emosi Ahmad dalam wawancaranya.

Ahmad pun menceritakan bahwa setiap keluarga besarnya bertanya tentang keterlibatannya dalam kasus korupsi ini, Ahmad hanya mengakui bahwa yang dilakukannya di kantor Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang adalah upaya menjalankan tugas sesuai arahan, petunjuk, dan perintah atasannya dengan menunjukkan bukti ke anggota keluarga besarnya dan anggota keluarga besar istrinya.

“Atasan saya bilang bayar tanah dan biaya penimbunan tanah perumahan putra Bupati Dollah Mando ke Lurah Batu Lappa, dan ambil uangnya di sini. Saya laksanakan dan saya bawa uang itu ke rumah Pak Mansur selaku Lurah Batu Lappa untuk saya suruh teken kuitansi. Biasanya kepada keluarga, saya kasih fotokopi kuintasinya, karena mereka sering kesulitan menjawab pertanyaan teman-teman atau kolega-koleganya, bagaimana keluargamu itu, terima berapa uang keluargamu itu. Keluarga saya malu tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Dan dengan fotokopi kuintansi itu, keluarga saya itu, bisa menjawab meski tidak menghilangkan rasa malu keluarga saya di masyarakat Sidenreng Rappang,” beber Ahmad bercerita.

Dalam pengakuannya lebih lanjut, selain Ahmad juga memberikan fotokopi kuitansi ke beberapa anggota keluarganya, Ahmad juga memberikan fotokopi kuintansi ke teman-teman wartawan di Sidenreng Rappang yang banyak dikenalnya ketika dirinya menjadi Kepala Biro Humas Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang. Ahmad menegaskan bahwa dia memiliki hak dalam melakukan pembelaan ke publik lewat media, karena masyarakat saat ini menyalahkan dan memojokkannya.

Mengakhiri penjelasannya, Ahmad mengatakan bahwa saat ini, penyidik yang memeriksanya di Polda Sulsel memeriksa barang bukti kuintansi. Walau dia mengakui bahwa satu ada beberapa kuitansi dan bukti lainnya perihal kasus korupsi yang mendera dirinya.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *