Dokumentasi kegiatan (karebaindonesia.id)

Makassar, karebaindonesia.id – Menulis adalah salah satu kegiatan yang tidak membutuhkan bakat melainkan pembiasaan dan latihan yang berulang-ulang.  Menulis juga sudah seharusnya menjadi kebiasaan bagi guru, sebab kegiatan menulis menjadi kebutuhan yang mendesak. Oleh Sebab itu Asosiasi Guru Penulis Indonesia (AGUPENA) menggagas program sekolah menulis yang melibatkan guru dan masyarakat umum lainnya.

Salah satu materi dalam sekolah menulis tersebut adalah pelatihan penyusunan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian tindakan kelas adalah salah satu jenis penelitian yang dianggap penting demi mendorong para guru untuk selalu peka dan tanggap terhadap dinamika yang terjadi di kelasnya. Akan tetapi, masih banyak guru yang belum memahami prosedur dan cara melakukan PTK. Berdasar dari itulah, Asosiasi Guru Penulis Indonesia cabang Kota Makassar memilih PTK sebagai materi pertama dalam Sekolah Menulis tersebut.

Pelatihan  ini  menggandeng SMA Muhammadiyah Unismuh sebagai mitra organisasi. Diselenggarakan pada Rabu, tanggal 30 Juni 2021 dan akan berlangsung selama enam bulan ke depan ini dibuka langsung oleh Afrizal Mammaliang Nurdin, koordinator divisi Penelitian dan Pengembangan Organisasi. Dalam sambutannya, Afrizal menitipkan harapan agar seluruh peserta sekolah menulis dapat melakukan penelitian tindakan kelas di unit kerjanya masing-masing dan nantinya akan menghasilkan karya di akhir semester. Guru Biologi di SMA Negeri 17 Makassar ini juga berharap agar peserta tetap antusias dan bersemangat dalam mengikuti seluruh kegiatan sekolah menulis ini.

karebaindonesia.id

Pelatihan penyusunan  PTK ini dilaksanakan di SMA Muhammadiyah Unismuh Makassar dan menghadirkan Dr.Wahyudin, M.Pd,  sebagai pemateri yang membahas mengenai penyusunan BAB I di PTK. Dosen FIK ini memaparkan manfaat PTK sebagai pemantik untuk menumbuhkan inovasi pendidikan karena guru semakin diberdayakan untuk memprakarsai profesionalismenya secara mandiri. Peserta kegiatan ini terdiri dari pengurus Agupena Kota Makassar dan guru-guru dari SMA Muhammadiyah Unismuh Makassar.
 
Murnih Aisyah, S.Pd.M.Pd selaku ketua Agupena cabang Kota Makassar berharap kegiatan ini dapat memacu guru-guru untuk menyusun PTK tanpa adanya praktek-praktek plagiasi. Guru semakin termotivasi untuk mengembangkan dirinya di bidang literasi. Lebih lanjut Murnih  menjelaskan bahwa sekolah literasi tahap pertama ini akan berlangsung selama 6 bulan. Setiap pertemuan, peserta pelatihan akan dibimbing langsung untuk menulis. Pada kegiatan berikutnya peserta akan melakukan penelitian di sekolahnya masing-masing dan akan mendapatkan pendampingan dalam penyusunan dan pengolahan data hasil penelitiannya.

Koordinator sekolah menulis, Ramlan Arifin sangat bersyukur atas terlaksananya pelatihan ini. Ramlan berharap seluruh peserta tetap antusias dalam mengikuti setiap tahap kegiatan di sekolah menulis ini dan menghasilkan karya inovasi pembelajaran yang lebih baik.
 
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *