karebaindonesia.id

Makassar, karebaindonesia.id – Ketika para pelacur intelektual menggerogoti program bantuan pangan non tunai (BPNT) / sembako di kabupaten bulukumba. Maka dapat di pastikan bahwa hak rakyat untuk mendapatkan beras yang berkualitas hanyalah sebuah mimpi dari teori pedoman umum (Pedum).

Hal itu pun di ungkapkan oleh aktivis / inisiator Aliansi Pemuda Menggugat yang juga pemilik Armada Group. Bahwa terkait bobroknya penyaluran bantuan pangan non tunai di wilayah kabupaten bulukumba, itu kemudian tidak lepas dari prilaku biadab senior senior atau teman teman aktivis. Sebagaimana maraknya penyaluran beras kuning atau beras berkutu, penyaluran buah appel dan telur untuk keluarga penerima mamfaat ( KPM ) itu semua adalah hasil pelacuran aktivis yang merampas kemerdekaan rakyat sebagaimana jelas di atur di dalam pedum.

Dirfan Red, menguraikan penyaluran beras kuning dan berkutu, appel dan telur dengan cara pemaketan di hampir semua wilayah kabupaten bulukumba. Adalah bagaian dari korporasi pelacuran para aktivis brandal dan berikut nama nama aktivis yang terlibat dalam program setan BPNT di wilayah tersebut.

  1. Kecamatan Gantarang dan Kindang adalah wilayah penyaluran saudara Bagas ( Aktivis PMII ).
  2. Kecamatan Rilau Ale adalah wilayah penyaluran saudari Nur Fadillah Alias Ulfa ( Aktivis HMI / Kohati ).
  3. Kecamatan Bulukumpa adalah wilayah penyaluran saudara Asri Pato ( Aktivis Senior ) .
  4. Kecamatan Ujungloe dan Bonto Bahari adalah wilayah penyaluran H. Hamra ( Aktivis dan Wartawan Senior ).
  5. Kecamatan Kajang adalah wilayah penyaluran Nawir ( Pegawai Bank Mandiri ), Iwan Juma, dan Asri Pato ( Aktivis ).
  6. Kecamatan Herlang adalah wilayah penyaluran Gito Sukamdani / Candra Lukito Surya. ( Mantan Wartawan Senior atau sekarang menjabat selaku Kepala Desa ).

Melihat rekam jejak para pemasok atau supplier pangan pada program sembako di kabupaten bulukumba. Tentunya hari ini rakyat sudah menikmati haknya sepenuhnya, artinya rakyat hari ini dapat memilih pangan yang berkualitas sesuai kebutuhan mereka dan itu di atur di dalam pedum. Akan tetapi faktanya justru hari ini rakyat hanya di bodohi oleh para aktivis aktivis brandal diatas. Betapa tidak ketika keluarga penerima mamfaat ( KPM ) di suguhkan beras kuning dan berkutu, appel dan telur yang sudah di paketkan oleh para supplier.

Artinya prilaku atau tindakan pemaketan tersebut, adalah merupakan tindakan yang melawan hukum / kejahatan yang terstruktur, sistematis dan masiv ( TSM ). Apalagi terindikasi masuknya aktivis aktivis brandal diatas, sebagai supplier / pemasok pada program setan BPNT. adalah hasil dari rekomendasi Mantan Kadis Sosial, Korda, Ketua DPRD. Kab. Bulukumba.

Dirfan Susanto Alias Dirfan Sontoloyo. Menambahkan bahwa janji politik bupati bulukumba Andi Utta untuk 100 hari kerja, tidak usah kita mulut – mulut membersihkan/ membebaskan bulukumba dari prilaku korupsi. Tapi bersihkan mereka – mereka Supplier pangan dari program setan BPNT. Sebab mereka bukanlah pengusaha/pedagang pangan. Tapi hanyalah manusia murahan yang mencari suaka di balik bendera HMI dan PMII atau nama Aktivis. Tentunya Andi Utta, bisa merasakan bagaimana penderitaan rakyat ketika di suguhkan beras kuning dan berkutu alias jauh dari kata beras berkualitas.

Dirfan Red, juga menghimbau kepada seluruh masyarakat penerima bantuan sembako, khsusunya kabupaten bulukumba dan umunya Indonesia. Agar menolak menerima beras kuning dan berkutu dari e warung atau supplier – supplier bajingan yang hanya mementingan keuntungan di atas penderitaan rakyat di tengah tengah issu biadab covid 19 ini. Lanjutnya bahwa persoalan bobroknya program setan BPNT di kawasan Indonesia Timur Umumnya dan Sulawesi Selatan Khususnya, Insya Allah secepatnya kami akan membentuk Tim dan berkordinasi ke KabagReskrim Mabes Polri ( Selaku Ketua Tim Satgas PEN ) dan juga melakukan Audensi Ke Kementerian Sosial kalau perlu kasus ini akan kami diskusikan ke Istana Negara ( Presiden ) Jika di perlukan.

Sebab kami merasa bahwa kejahatan di program BPNT ini sudah terlalu parah atau sudah bernanah, sehingga ini tidak bisa di selesaikan hanya dengan teriak per induvidu dan menulis di koran semata, tapi di mari kita membuka ruang bagi seluruh mahasiswa dan pemuda untuk bergerak dan maju bersama lawan mereka para pengkhianat yang mencari keuntungan di dalam program setan BPNT. Ada pun kami gunakan semboyang kata setan BPNT, karena kami anggap bahwa siapa saja yang jadi supplier dan salurkan beras tidak layak komsumsi, maka kami anggap mereka adalah setan. Ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *