Pasangan Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Nurdin Halid (None-Zunnun) resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jum’at (04/09/2020)

Makassar, Karebaindonesia.id — Pasangan Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Nurdin Halid (None-Zunnun) resmi mendaftarkan diri di Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon peserta Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar 2020.

Pasangan pemilik tag line IMUN ini sebagai pasangan kedua yang mendaftar diri pada hari Jumat (04/09) pukul 10.30 WITA.

Ketua KPU Kota Makassar, Farid Wajdi menyampaikan bahwa berkas syarat dukungan pasangan akan diperiksa oleh Komisioner KPU Makassar Divisi Teknis, Gunawan Mashar.

“Saya sampaikan kepada pasangan bakal calon bahwa akan diperiksa syarat dukungan calon yang akan dipimpin sama pak Gunawan Mashar sebagai bagian teknis di KPU Makassar,” ujar Farid.

Dalam proses pemeriksaan berkas pasangan IMUN ini, secara mengejutkan KPU telah menolak B1.KWK milik Partai Berkarya.

Keputusan itu diambil setelah pihak KPU melakukan pemeriksaan berkas syarat pencalonan dan syarat calon serta mencocokkan B1-KWK dengan SK Kepengurusan yang dikeluarkan oleh Kemenkumham.

“Yang bertandatangan di B1.KWK Berkarya itu bapak Hutomo Mandala Putra, sedangkan Ketua Umum di dalam SK Kepengurusan yang diakui Kemenkumham itu Muchdi Purwoprandjono. Sehingga kami putuskan B1.KWK Berkarya dibatalkan,” kata Komisioner KPU Makassar Divisi Teknis, Gunawan Mashar.

Konferensi pers Pasangan None-Zunnun, usai mendaftarkan diri di KPU Kota Makassar pada Jum’at (04/09).

Lanjut Gunawan, setelah memeriksa syarat pencalonan dan syarat calon Pasangan Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Nurdin Halid menyatakan bahwa telah memenuhi syarat dari KPU.

“Setelah diperiksa, semua dokumen ada. Untuk model B1.KWK dan B.KWK parpol itu sudah sesuai sehingga kami nyatakan bahwa memenuhi syarat pendaftaran untuk pasangan bakal calon Irman Yasin Limpo dan Andi Zunnun Nurdin Halid kami terima,” kata Gunawan.

Pasangan None-Zunnun resmi di usung 3 partai, yakni Partai Golkar dengan 5 kursi, PAN dengan 5 kursi dan terkahir PKS dengan 5 kursi, total keseluruhan 15 kursi.

Adapun Partai Berkarya dinyatakan batal sebagai partai pengusung setelah format B1.KWK di tolak oleh KPU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *