Karebaindonesia.id, Makassar – Andi Ifal Anwar, akan dilantik menjadi Ketua Dewan Sengketa Indonesia (DSI) Sulawesi Selatan (Sulsel) sekaligus Direktur Kantor DSI. Pengacara muda bergelar SH, MH, CPLC, CPCLE, CPT, CPrM, CML, CMCLS, CVM, CPM, CPA akan dilantik langsung oleh Presiden Pengurus Pusat DSI, Sabela Gayo,  Rabu pagi (25/1/2023).

Andi Ifal akan dilantik bersama 11 koleganya yang masuk dalam struktur organisasi mediator non hakim yang bersertifikat dari Mahkamah Agung (MA) Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

DSI adalah sebuah lembaga baru. Didirikan pada 2021. Lembaga ini menghimpun para Mediator Arbiter, Konsiliator dan Ajudikator profesioanal yang bersertifikasi resmi dan diakui pemerintah.

Lembaga ini menawarkan jasa layanan alternativ penyelesain sengketa, baik menggunakan instrument kelembagaan Dewan Sengketa maupun penyelesaian sengketa dengan menggunakan kompetensi atau keahlian individu masing – masing Mediator, Ajudikator, Konsiliator dan Arbiter yang terdaftar di Dewan Sengketa Indonesia (DSI).

Mediator profesional di Indonesia, memang belum banyak. Menurut Presiden Pengurus Pusat DSI, Sabelo Gayo, SH, MH, PH.D,CPL, CPCLE, CPM, CPRM, ACIARB, baru sekitar 1.200-an orang.

‘’Jumlahnya belum banyak. Masih sekitar 1.200-an orang. Kantor perwakilan DSI di Indonesia juga baru 10. Termasuk di Sulsel,” jelas Sabelo Gayo saat ditemui di Cafe Ombak, Selasa malam (24/1/2023).

Di Sulsel Andi Ifal dipercaya menjadi Ketua. Lawyer kelahiran 16 Juni 1992 ini juga dipercaya sebagai Direktur kantor DSI Sulsel.  Bagi Andi Ifal, jabatan yang diembannya ini adalah sebuah amanah.

‘’Ini amanah dan kepercayaan yang wajib saya laksanakan dengan baik,’’ kata suami dari Ricca Aditya Triwardhani, SH, MH, ini.

Andi Ifal bukan hanya dikenal sebagai lawyer. Ia juga dikenal sebagai aktivis dan tokoh pemuda yang aktif di berbagai organisasi. Ayah dua anak ini memulai profesinya sebagai advokat sejak 2017. ‘’Tertarik di dunia advokat karena ingin membela para pencari keadilan,’’ ujarnya.

Ingin Bermanfaat Bagi Orang Lain

Sebelum terjun ke dunia hukum, Andi Ifal menghabiskan masa kecilnya di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra). Usai menyelesaikan studi 2003 di di SD Negeri 2 Ora-Or, Bombana ia melanjutkan  di MTsN Poleang di kota yang sama, Bombana.  Tamat 2006, Andi Ifal kembali ke kampung halaman orang tuanya, Kabupaten Bone, Sulsel. Ia memilih masuk Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Ikhlas Ujung,  Bone.

Tamat 2009 Ifal hijrah ke Makassar. Demi meraih cita-citanya sebagai pejuang keadilan, Ifal memilih Fakultas Hukum di Universitas Muslim Indonesia (UMI).  Usai meraih gelar S1 pada 2013, ia kembali melanjutkan studinya pada program pasca sarjana (S2) di kampus yang sama.  Dua tahun Ifal menyelesaikan program magister dan menyandang gelar Master Hukum.

Pada 2017, cita-cita Ifal kesampaian. Ia pun mulai merambah dunia hukum dan memilih profesi advokat.’’Saya tertarik di dunia advokat karena ingin membela para pencari keadilan,” katanya.

Bagi dia, membantu orang mencari keadilan tidaklah cukup jika tidak dibarengi dengan kerja keras, kerja ikhlas, kerja cerdas dan kerja tuntas.

‘’Prinsip   saya, hidup itu tidak sekadar menjadi orang baik, tetapi kita harus bisa bermanfaat bagi orang lain,’’ kata Ifal yang juga menjabat sebagai Ketua Bidang Hukum & Hak Asasi Manusia MPW Pemuda Pancasila Sulsel.

Menurutnya, dalam hidup tak perlu berupaya menjadi seseorang yang disegani, apalagi ditakuti. ‘’Tetapi jadilah seseorang yang berguna bagi siapa pun di sekeliling kita. Kita wujudkan jiwa kepemimpinan dalam diri kita, agar kita bisa menjadi seseorang yang menginspirasi orang lain,” sebut Ifal.

Hal lain yang menjadi pegangan hidup bagi Ketua Komisi Hukum dan Disiplin Pengprov Pertina Sulsel ini bagaimana memberikan manfaat bagi orang lain adalah pribadi sejati seorang muslim.

”Dalam Al Quran disebutkan bahwa ketika berbuat baik kepada orang lain, sesungguhnya kita sedang berbuat baik bagi dirinya sendiri. Karena Allah SWT menyebutkan bahwa manusia terbaik adalah manusia yang paling bermanfaat bagi orang yang lain,” ungkap Ifal.

Sehingga, prinsip hidup tersebut ia aplikasikan di dalam setiap tugas pekerjaannya. Dia mengakui, prinsip tersebut sesuai dan tepat dengan profesi yang dlakoninya sekarang. Misalnya kata Ifal, memberikan bantuan hukum kepada masyarakat, termasuk melakukan mediasi dalam sebuah sengketa merupakan bagian prinsip hidup tersebut.

Oleh karena itu setelah pelantikan ia berharap masyarakat yang mempunyai permasalahan hukum bisa mengajukan bantuan kepada DSI Sulsel, agar permasalahan yang DSI Sulsel, agar permasalahan yang dihadapi bisa diselesaikan secara damai antara kedua pihak tanpa harus sampai ke ranah hukum.

By Kareba Indonesia

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

5 thoughts on “Andi Ifal Anwar Pimpin Dewan Sengketa Indonesia (DSI) Sulsel”
  1. KPSS: Türkiye’de kamu kurumlarında çalışmak isteyen kişilerin girmek zorunda olduğu sınavdır. Bu sınav genellikle Nisan ve Ekim aylarında yapılır ve öğrencilerin Türkçe, matematik, sosyal bilimler, genel kültür, bilgi ve yeterliliklerini ölçer. Başarılı olan adaylar belirlenen pozisyonlara atanabilir.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi