Foto bocah memancing di Stadion Mattoanging, Makassar. Sumber gambar: pedomanrakyat.com.

Makassar, karebaindonesia.id – Stadion Mattoanging yang dulu jadi markas keramat klub sepakbola PSM Makassar bertanding, menjelma jadi tempat memancing. Hal itu dimanfaatkan bocah-bocah lorong sekitar, sebab saat musim hujan, air akan terkenang di lapangan stadion.

Dilansir dari pedomanrakyat.com, kondisi terkini Stadion Mattoanging berubah menjadi tempat memancing. Pada Jumat (05/03/2021) kemarin, terlihat ada empat bocah sedang asyik memancing ikan.

““Dua harimi om saya memancing di sini sama temanku. Biasanya kalau sore jam tiga itu banyak mi orang datang memancing,” ujar seorang bocah yang mengaku bernama Aksan, saat memasukkan umpan ke mata kail pancing bambu miliknya.

Menurut Aksan, hanya bermodalkan sebuah pancing hasil rakitan sendiri, dia dan teman-temannya bisa bersenang-senang, menghabiskan waktu seharian di situ.

“Saya akan pulang siang atau sore, om.” Jawabnya lagi.

Menurut hasil pemantauan, terdapat tiga lokasi strategis untuk memancing di Stadion Mattoanging, yakni sisi selatan, sisi timur dan sisi utara stadion. Sisi selatan adalah bagian terfavorit para pemancing karena genangan air yang lebih tinggi dan luas ketimbang sisi lain.

Tak hanya memancing, beberapa kali anak-anak juga memanfaatkan momen tersebut untuk berenang.

Foto Aksan dan kawan-kawan sedang berenang. Sumber: pedomanrakyat.com

Sebelumnya, stadion kebanggaan warga Sulawesi Selatan itu, baru-baru ini telah dibongkar. Namun setelah rata dengan tanah, pembangunannya seolah menghadapi berbagai jalan terjal saat Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Prof Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Kasus tersebut membuat warga sulsel cemas, sebab proyek renovasi Stadion Mattoanging merupakan program andalan dari mantan Bupati Bantaeng itu.

Tak hanya itu, bagai terjatuh lalu ditimpa tangga, gelombang polemik pembangunan Stadion Mattoanging seolah tak henti bermunculan. Beberapa hari lalu, Wali Kota Makassar, Danny Pomanto menganggap bahwa pembangunan stadion itu tidak tepat jika dibangun di sekitaran Ratulangi-Cendrawasih. Danny menilai, desain stadion Mattoanging belum memiliki izin Analisis Dampak Lalu Lintas (Andalalin). Ia tak ingin ada proyek di Makassar yang berujung kasus. Sehingga pembangunan tersebut menurutnya harus dipindahkan ke Barombong. Membangun dua stadion bersampingan.

Akhirnya, nasib pembangunan Stadion Mattoanging kini terkatung-katung. Padahal, warga sulsel telah lama menanti stadion baru bertaraf internasional di Kota Makassar.

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *