karebaindonesia.id,- Dunia maya digemparkan dengan berita trending topik di twitter pada hari Sabtu, 18 Juli 2020. Mahasiswa, Siswa SMK, bahkan para profesi apoteker mengungkapkan kekecewaan mereka tentang RUU kefarmasian akan dihapuskan. Selebihnya, mereka mengunggah di linimasanya dengan menggunakan #FARMASISKECEWA #PRAY4FARMASIS. Bahkan ada yang mengeluh bahwa mereka sudah mengeluarkan banyak biaya untuk kuliah di jurusan tersebut, namun tidak diberikan ruang yang jelas oleh pemerintah. “Sekolah mahal-mahal tapi ga ada harganya, kalah sama cilok,” Ungkap @1689Maulana.

Bentuk kekecewaan dan penolakan terkait RUU Farmasi ditiadakan dengan diedarkannya petisi oleh para apoteker. Selain petisi, berbagai bentuk kekecewaan disampaikan melalui media sosial.

“Bapak, Ibu, Kanda, Yunda, Rekan rekan seperjuangan. Di masa genting ini, sanubari kita sebagai seorang farmasis kini tengah diketuk. RUU Kefarmasian dikeluarkan dari prolegnas 2020, tidak ada jaminan akan lahir UU Kefarmasian di tahun berikutnya. Padahal kita paham betul, bahwa kita butuh perlindungan hukum yang kokoh, yang menjamin keberlangsungan pekerjaan ataupun pelayanan kefarmasian” salah satu bentuk unggahan yang beredar.

Selain itu, juga beredar unggahan “Tapi, RUU Kefarmasian ini bukan hanya soal kita, seorang farmasis. Ini soal pasien, keselamatan dan peningkatan kualitas hidup pasien, ini mendesak. Mari kita suarakan kegelisahan hati, suarakan hak-hak pasien untuk mendapatkan kualitas pelayanan yang prima. Mari kita bergandengan tangan, satu suara, di tengah polemik yang ada, untuk  kali ini saja, apapun pekejaan  kita, apapun bidang yang kita geluti saat ini.  Tidak  mentah-mentah alasan untuk tidak ikut  bersuara. Jangan tutup mata.” tambahnya.

Seruan agar menyebarkan berbagai statement penolakan ini telah disebar luaskan melalui semua media sosial pada hari Sabtu 18 Juli 2020 pukul 11.00 WIB, 12.00-13.00 WIT. “Hadirkan postingan ini di tengah ruang makan siang publik. Dengan nama Tuhan Yang Maha Esa, Mari Bapak Ibu, Kanda Yunda, Rekan rekan. Besok kita ramaikan. Kita tag mereka yang perlu melihat, paksa mereka menengok dengan kegelisahan yang kita punya,” bunyi seruan yang beredar.

RUU Kefarmasian merupakan Rancangan Undang-Undang yang termasuk ke dalam 16 RUU yang dicabut oleh Baleg (Badan Legislasi), DPR RI, bersama dengan Kemenkumham terhadap penyusunan prolegnas prioritas tahun 2020.

Sumber Gambar : Twitter dan farmasetika.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *