Poster Film Lingai

Takalar, karebaindonesia.idSanggar Seni Ataraxia Takalar kerjasama dengan Studio Lino Makassar menggarap film kedua yang berjudul “Lingai” setelah berhasil menggarap film pertama “Anak Karaeng” yang dikerjasamakan dengan Element Creative Makassar tahun 2018.

Amin. Db selaku sutradara kali ini mengangkat ide cerita tentang Feminisme Radikal Perempuan Makassar.

“Insyaallah melalui tahapan casting aktor dan penentuan lokasi shoting, maka ditetapkan produksi film Lingai pada bulan Oktober 2021 di Desa Cakura, Dusun Bontomaka, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar.” Ujar Amin.

Adapun proses pembuatan film tersebut mendapat beberapa dukungan dari berbagai pihak, salah satunya seperti Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka yang terlibat dalam pembuatan film.

“Film “Lingai” Sanggar Seni Ataraxia disupport oleh Madrasah Aliyah Muhammadiyah Salaka, serta keterlibatan penuh pengurus Osis MA Muhammadiyah Salaka dalam proses pasca produksi sampai produksi film “Lingai” selesai.” Tambahnya.

Sinopsis singkat film “Lingai”

Dalam wawancara terpisah saat kepala sekolah MA Muhammadiya Salaka, Fauziah Hakim, S. Pd, M. Pd ditemui. Beliau mengatakan, keterlibatan Osis dalam produksi film “Lingai” Sanggar Seni Ataraxia sangat mengapresiasi sebagai bentuk pengembangan skill dan kreativitas siswa – siswi itu sendiri.

“Semoga ke depannya Osis bisa bersaing di dunia perfilman.” Ujar Fauziah (Kepala MA Muhammadiyah Salaka).

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

1 thought on “Ataraxia Takalar Garap Film Kedua ‘Lingai’ Angkat Tema Feminisme-Radikal”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi