Karebaindonesia.id, Makassar – Perbedaan pendapat terhadap RUU Penghapusan Kekerasan Seksual masih menjadi isu besar yang diperdebatkan oleh masyarakat. olehnya itu Himpunan Mahasiswa Jurusan Admistrasi Negara (Humaniera) adakan dialog RUU P-KS dengan beberapa narasumber di ruang aula UBC Unismuh Makassar, Selasa (29/3/2022)

Dialog diawali dengan pemaparan tentang RUU Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) oleh Dr. Hj. Fitriah Zainuddin, M.Kes (Kadis DP3A-DIDIK Prov. Sulsel). Peran pemerintah dalam pencegahan kekerasan seksual dapat dimulai melalui program-program hambatan dalam pelaksanaanya.

Dr. Hj. Fitriah Zainuddin memaparkan bahwa kita harus bisa membuat mereka yang kontra dapat memahami bahwa RUU PKS ini berpihak kepada korban dan bertujuan untuk melakukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik

“Kita harus bisa membuat mereka yang kontra dapat memahami bahwa RUU PKS ini berpihak kepada korban dan bertujuan untuk melakukan perubahan sosial ke arah yang lebih baik”, terang Dr. Fitriah

Wakil dekan II Fak. Kedokteran Unismuh Makassar dr. Irwan Anshari menjelaskan bahwa Kondisi fisik juga akan mempengaruhi psikologi mental, berharap kepada pemerintah untuk berupaya menghadirkan program-program mengurangi atau menghilangkan dampak mental buruk bagi korban misal Terapi bagi para korban kekerasan seksual, klinik fisioterapi bagi korban.

“Kondisi fisik juga akan mempengaruhi psikologi mental, berharap kepada pemerintah untuk berupaya menghadirkan program-program mengurangi atau menghilangkan dampak mental buruk bagi korban misal Terapi bagi para korban kekerasan seksual, klinik fisioterapi bagi korban”, Jelas dr irwan

Wakil ketua DPD KNPI sulsel Indira Mulyasari mengatakan tugas pemuda mengurangi angka kekerasan seksual, Berupaya bekerjasama dengan stekholder terkait, membantu sosialisasi kan bentuk-bentuk kekerasaan seksual, bantu dan dampingi untuk melapor.

“Tugas pemuda mengurangi angka kekerasan seksual, harap berupaya bekerjasama dengan stekholder terkait, membantu sosialisasi kan bentuk-bentuk kekerasaan seksual, bantu dan dampingi untuk melapor”, harap Indira

indira menambahkan pemuda sekarang tidak boleh diam melihat hal ini, Pemuda menjadi garda terdepan dalam memerangi kekerasan seksual

“Pemuda sekarang tidak boleh diam melihat hal ini, Pemuda menjadi garda terdepan dalam memerangi kekerasan seksual”, tambah indira

dialog ini ditutup oleh Plt Ketua Jurusan Administrasi Publik Dr. Nur Wahid, S.Sos
mengatakan perlu ada pembahasan solusi dalam wilayah perguruan tinggi terhadap kekerasan seksual.

“Perlu ada pembahasan solusi dalam wilayah perguruan tinggi terhadap kekerasan seksual” tutup Dr Nur Wahid

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi