Jakarta, karebaindonesia.id – Panglima Laskar Ayam Jantan (LAJ) PSM Makassar, Uki Nugraha atau Daeng Uki, tak tahu lagi harus ke mana menyampaikan aspirasi suporter PSM.

Suporter PSM Makassar sudah beberapa kali melakukan audiensi dengan pimpinan daerah hingga DPRD, namun tidak membuahkan hasil.

Dilansir karebaindonesia.id dari fajar.co.id, ia bersama sejumlah suporter PSM Makassar yang tergabung dalam Aliansi Peduli Mattoanging menemui Komisi X DPR RI.

Audiensi itu terkait masalah pembangunan Stadion Mattoanging Makassar yang sampai saat ini masih mangkrak.

“Kami langsung ke Jakarta, bukan lagi di DPRD Provinsi dan DPRD Kota Makassar, kami ke DPR-RI pusat. Masalah ini sangat besar karena harus sampai di pusat,” ucap Daeng Uki kepada fajar.co.id, Kamis (11/11/2021).

Ia pun menyebut, diskusi dengan pemerintah daerah semua berakhir dengan kebuntuan. Tidak ada jaminan bahwa Stadion bersejarah di Kota Makassar itu akan dibangun.

“Karena kita tidak tahu lagi harus ke mana. Tidak tahu ke mana lagi dan cara apa lagi. Turun ke jalan, diskusi, buntu semua. Tidak ada kejelasan,” lanjutnya.

Ia mengaku bosan mendapatkan janji-janji pembangunan stadion tersebut. Ia pun menuntut agar lekas melakukan peletakan batu pertama pembangunan Mattoanging.

“Yang kami inginkan kapan peletakan batu pertama stadion ini, kapan pengerjaannya. Kalau hanya nanti akan kami bangun, kami bisa juga. Itu Jawaban dari bulan ke bulan yang kami terima setelah dibongkar,” pungkasnya.
Sementara itu, Muh Al Fajri Jayadi, jenderal lapangan Aliansi Peduli Mattoanging meminta DPR RI untuk membantu melakukan pengawalan terhadap pembangunan Stadion Mattoanging.

“Kami meminta perwakilan kami di DPR RI untuk membantu melakukan pengawalan terhadap Stadion Mattoanging,” ucapnya.

Diketahui, sejumlah suporter PSM Makassar yang menamakan diri Aliansi Peduli Mattoanging datang ke Komisi X DPR RI untuk meminta pengawalan terkait pembangunan Stadion Mattoanging.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi