karebaindonesia.id,- Dampak pandemi Covid-19 tidak hanya dirasakan orang dewasa saja, tetapi juga dirasakan anak-anak dengan diberlakukannya sistem belajar jarak jauh secara daring. Belajar di rumah dengan memanfaatkan teknologi membuat setiap orang berbeda-beda dalam menyikapinya dan harus menyesuaikan dengan kondisi dan kebijakan pemerintah.

Kondisi dan latar belakang anak-anak berbeda-beda dalam menyesuaikan dengan kebijakan harus belajar di rumah melalui daring. Hal ini yang dirasakan salah satu anak di  jalan Kakatua, Kelurahan Randugunting, Kota Tegal, mereka harus bekerja demi membeli kuota internet.

Seperti yang dilakukan Mohammad Febri Irwansyah siswa kelas 2 SMP  dan Riko Ardiansyah yang merupakan siswa kelas 6 SD. Mereka memanfaatkan waktunya untuk berkreasi dengan membuat dan menjual layangan.

Mereka mengaku harus melakukan pekerjaan tersebut, dengan hasil penjualan antara Rp. 20.000 hingga Rp. 25.000 dapat membeli kuota internet. Dalam sehari mereka dapat membuat layangan sebanyak 15 sampai 20 buah dengan dibantu oleh ketiga teman mereka.

“Saya semangat dengan pekerjaan ini karena dapat menghasilkan uang untuk keperluan belajar di rumah melalui daring,” ujar Febri dilansir dari ayosemarang.com pada hari (26/7/2020).

Meski anak-anak tersebut harus bekerja dengan membuat layangan mereka tetap tidak lupa belajar.

Sumber Gambar : Ayosemarang.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi