Sumber Foto : kliksulsel.com

Luwu Timur, karebaindonesia.id – Selama Pandemi Covid-19, pemerintah menerapkan belajar secara daring (online) atau belajar di rumah untuk meminimalisir dan memutus mata rantai penyebaran virus Corona di masyarakat, khususnya siswa dan mahasiswa.

Namun, penerapan ini tidak sepenuhnya efektif pada sebagian siswa dan mahasiswa, terkhusus mereka yang berdomisili di daerah pelosok yang kurang akses jaringan internet.

Seperti yang dialami sejumlah siswa di Dusun Balambano, Desa Balambano, Kecamatan Wasuponda, Luwu Timur, Sulawesi Selatan.

Sekitar puluhan siswa yang tinggal di daerah tersebut harus mendaki gunung setiap hari sejauh 1,4 kilometer menuju lokasi tertinggi yang memiliki akses sinyal yang mumpuni di sekitar perkebunan warga.

Salah satu pelajar yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan bahwa di lokasi itulah akses internetnya mumpuni walau tidak normal untuk mereka dapat mengikuti mata pelajaran setiap hari.

“Hanya di atas gunung ini jaringan internet agak normal, itupun terkadang hilang,” ujarnya dalam wawancara yang dilansir kliksulsel.com

Selain tempat tersebut, menurut pelajar itu mengatakan bahwa ada satu tempat lagi yang memiliki akses internet yang mumpuni, walau jaraknya agak jauh, yaitu sekitar 2 kilometer.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi