Karebaindonesia, Takalar – Ramah Tamah yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Takalar dalam rangka peringatan Hari Jadi Takalar ke-62 tahun 2022, yang dilaksanakan di Alun-alun Makkatang Dg Sibali, Rabu 9 Februari 2022 menuai kritikan dari berbagai elemen masyarakat Kabupaten Takalar.

Bagaimana tidak, akibat dari kegiatan tersebut warga menjadi tak terbendung untuk datang berkumpul di Lapangan Makkatang, yang tentunya hal tersebut berpotensi mengabaikan protokol kesehatan.

Salah satu kritikan lahir dari salah satu warga Takalar yakni Kahar, SE.,MM, menurutnya mestinya Bupati Takalar dapat menahan diri untuk tidak melakukan kegiatan ramah tamah yang mengundang artis karena potensi untuk berkerumun sangat besar apalagi baru-baru ini masyarakat Takalar dikagetkan dengan diberitakannya warga Takalar positif covid-19 varian baru Omicron.

“Pemerintah seharusnya memberikan edukasi yang baik bagi masyarakat Takalar untuk tetap menjaga protokol kesehatan dengan memberikan contoh yang baik, bukan malah membuat kegiatan yang justru memancing masyarakat untuk berkumpul dan mengabaikan prokes,” jelas Kahar

Diketahui bahwa acara ramah tamah ini mengundang artis yang kini naik daun di media sosial yakni Tri Suaka, pastilah masyarakat akan datang berkumpul karena pemerintah sendiri yang menyiapkan wadahnya ungkap Kahar yang juga merupakan Wakil Sekretaris Kesehatan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Sulsel ini.

Lebih lanjut Kahar menambahkan bahwa capaian angka vaksinasi sebesar 83 persen itu tidak ada gunanya jika bentuk rasa syukurnya adalah dengan membuat kegiatan yang berpotensi mengabaikan protokol kesehatan.

“Sebagai masyarakat Kita harus apresiasi capaian vaksinasi tersebut dan memang masyarakat harus mengetahui itu, namun bukan berarti bebas melakukan kegiatan yang justru melawan logika publik, dan berpotensi melanggar prokes,” tambahnya

Sebagai penutup, Warga Galesong Utara ini mengatakan bahwa seharusnya momentum Hari Jadi Takalar yang ke-62 ini diperingati dengan Sesuatu hal yang lebih bermanfaat, misalnya memberikan bantuan kepada masyarakat yang belum tersentuh bantuan pemerintah, lebih baik dana yang dipakai untuk mengundang artis diperuntukkan untuk masyarakat yang kesusahan dan membutuhkan bantuan.

50 thoughts on “Dianggap Memancing Kerumunan di Tengah Pandemi, Malam Ramah Tamah Hari Jadi Takalar dikritik Masyarakat”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi