Makassar, karebaindonesia.id – Sekrtariat DPD KNPI Sulawesi Selatan yang terletak di jalan Baji Areng Kota Makassar lumpuh tanpa aktivitas akibat penyegelan yang dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan dirinya Pemuda Makassar, senin (8/2/2020).

Diketahui, aksi unjuk rasa yang berbuntut pada penyegelan Sekretariat KNPI Sulsel tersebut berkaitan dengan rapat pleno Pengurus KNPI Sulsel pada 5 Februari 2021 lalu, yang membahas tentang pelaksana tugas KNPI Kota Makassar, KNPI Kab.Pinrang dan KNPI Kab.Luwu.

Berdasarkan dokumentasi pernyataan sikap yang diperoleh wartawan, KNPI Kota Makassar menilai keputusan rapat pleno KNPI Sulsel terkait pelaksana tugas KNPI Makassar dinilai melanggar aturan main organisasi.

“Keputusan pleno KNPI Sulsel untuk pelaksana tugas KNPI Makassar dianggap melanggar Anggaran Dasar Pasal 6 dan Pasal 7”, Sebut Cristoper Aviary, Ketua KNPI Makassar saat membacakan pernyataan sikap.

Rio, Ketua KNPI Makassar, menyebut tindakan KNPI Sulsel menunjuk pelaksana tugas di wadah organisasi berhimpun pemuda yang sementara dipimpinnya saat ini adalah tindakan sewenang-wenang dan ingin memecah belah kepemudaan.

“PLT KNPI Makassar dianggap tindakan kesewenang-wenangan KNPI Sulsel yang tidak beradab dan mengandung unsur pecah belah kepemudaan di Kota Makassar”, Ujar Rio.

KNPI Makassar juga meminta klarifikasi dan permintaan maaf Ketua KNPI Sulsel dengan memberi durasi waktu 3 Jam dan mengancam akan menyegel sekretariat KNPI Sulsel.

“Jika tidak ada klarifikasi dan permintaan maaf dari Ketua KNPI Sulsel selama 3 Jam dari pembacaan pernyataan ini maka kami pemuda makassar akan menyegel sekretariat KNPI Sulsel”, Tutup Rio.

Dari pantauan media, sekretariat KNPI Sulsel tersebut berhasil disegel oleh KNPI Makassar pada pukul 17.41 Wita.

Sementara itu, Muh Aswar Darwis, Wakil Sekretaris Badko HMI Sulselbar menilai KNPI Sulsel yang menempatkan putra Gubernur Sulsel, M Fathul Fauzi ‘UJI’ Nurdin Abdullah, sebagai salah satu pengurus KNPI Sulsel, tidak mampu menengahi kisruh organisasi tua tersebut.

“Uji Nurdin Abdullah, yang dimana anak Gubernur Sulsel ini tak mampu menjadi penengah ditengah kisruh organisasi tua ini,” tegas Darwis.

Lanjut Darwis, KNPI Sulsel dibawah kepemimpinan Kanita kerjanya hanya membuat gaduh kepemudaan di Sulsel sehingga menyebabkan terjadinya aksi unjuk rasa yang berbuntut pada penyegelan sekretariat.

“KNPI Sulsel di bawah kepemimpinan Nurkanita tak mencerminkan sebagai organisasi yang mewadahi seluruh potensi pemuda Sulsel, malah mewadahi untuk menghadirkan konflik internal pemuda Sulsel, sehingga berakibat penyegelan sekretariat oleh pemuda tanpa ampun,” lanjutnya.

Saat ini, KNPI Sulsel pada kepemimpinan Nurkanita Kahfi Maruddani menempatkan putra Gubernur Sulsel, M Fathul Fauzi ‘UJI’ Nurdin Abdullah sebagai bendahara.

Hingga berita ini ditulis, Ketua KNPI Sulsel, Nurkanita Kahfi belum dapat dihubungi oleh wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *