karebaindonesia.id

Majene, karebaindonesia.id – Dalam hal pendidikan di kabupaten Majene, Kepala dinas Pendidikan dan Pemuda Olahraga Kabupaten Majene, Bapak Iskandar, bahwasanya capaiannya tidak mengacu pada target kurikulum, yang menjadi poin utama adalah bagaimana membuat siswa harus tetap belajar meskipun ditengah kesulitan baik krisis kesehatan dan juga krisis finansial.

Bapak Syamsu, selaku Sekretaris dinas pendidikan dan pemuda olahraga Kabupaten Majene menuturkan mengenai Pandemi yang dimana dalam keadaan ini mengharuskan menerapkan pendidikan via daring namun karena seperti yang diketahui mengenai keefektifannya itu masih kurang, dikarenakan beberapa kendala umum seperti terbatasnya jaringan dan juga fasilitas seperti Handphone (HP). dilihat dari kurang efektifnya metode tersebut, maka dinas pendidikan kabupaten Majene mengeluarkan inovasi yang diberi nama GULING (Guru Keliling) yang dimana sistem ini merupakan inovasi yang dikeluarkan oleh dinas pendidikan kabupaten Majene.

karebaindonesia.id

Guling (Guru Keliling) Merupakan inovasi yang dikeluarkan untuk memudahkan siswa yang terdampak covid-19 dalam mengakses pembelajaran yang sulit dijangkau oleh jaringan. Sosialisasinya yaitu dengan meminta persetujuan orang tua siswa untuk bisa mengajar peserta didik, jika diberikan hak penuh kepada orang tua siswa untuk menentukan dimana tempat pembelajaran yang dapat di akses secara berkelompok. “Guling (Guru Keliling)” ini hadir. Mengingat masa pandemi pasca gempa, diharapkan penggunaan dana boss itu bisa lebih dioptimalkan. Karena itulah satu satunya harapan dari dinas pendidikan kabupten Majene agar terciptanya mutu pendidikan berkualitas.

Pak Sarmin (ketua bidang pembinaan pendidikan dasar) menuturkan bahwa dalam inovasi GULING(Guru Keliling), telah dikeluarkan edaran bahwa guru-guru dibagi atas bebrapa kelompok dengan benggotakan 2-5 orang, kemudian disebar ke beberpa tempat/desa dengan waktu mengajar terbatas selama 2 jam. Hal ini dilakukan karena mengingat banyak siswa yg terkndala dengan jaringan ketika dilaksanakan Daring.

Pak Nurdin selaku kabid pendidik dan tenaga kependidikan menerangkan bahwa Guling ini sudah merupakan inovasi terbaik yang dilakukan dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan berkualitas pada masa pandemi dan pasca bencana alam. Ditambah lagi Guling ini adalah paling efektif di masa darurat ini.

Selain itu, inovasi yang dilakukan dinas pendidikan dan pemuda olahraga pasca gempa ialah “SPAB (Satuan Pendidikan Aman Bencana)” yang mengajarkan evakuasi pada peserta didik ketika terjadi bencana susulan.

Harapan dari pihak dinas pendidikan, semoga covid ini bisa jinak dengan cepat dan kondisi di beberapa daerah yg terkena gempa bisa teratasi dengan baik supaya proses pembelajaran offline bisa kembali normal seperti semula.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *