Arham Basmin Mattayang (Ketua DPD KNP Sulsel)

Makassar, karebaindonesia.id–Sejak disahkannya UU Cipta Lapangan Kerja (Cilaka) atau yang biasa disebut dengan UU Omnibus Law (5/10), Gelombang Penolakan diseluruh antero negeri, Kaum Buruh, Mahasiswa, Pelajar, Ormas, dan lainnya turun ke jalan untuk menyuarakan agar UU Cilaka segera dibatalkan.

Sejak Selasa (6/10), Aksi Demonstrasi di Sulawesi Selatan berjalan dengan Tensi yang begitu tinggi, Gelombang Penolakan semakin meluas dan Gerakan Penolakan ini, tak sedikit dari mereka menjadi Korban dari Aparat Keamanan.

Oleh karena itu, DPD KNPI Sulawesi Selatan dibawah Pimpinan Arham Basmin Mattayang, melalui Bidang Advokasi, Hukum, HAM & Keamanan bekerjasama dengan LBH DPD KNPI Sulawesi Selatan, Membuka POSKO PENGADUAN terhadap Korban dari Aparat Keamanan yang menyuarakan Penolakan UU OmnibusLaw.

Andi Ifal Anwar, Wakil Ketua DPD KNPI Sulawesi Selatan, menghimbau kepada Rekan-Rekan Aktivis, Buruh, Mahasiswa, Ormas, dan lainnya untuk didampingi oleh DPD KNPI Sulawesi Selatan.

“Kami membuka dua Posko Pengaduan, Pertama di Sekretariat DPD KNPI Sulsel, Komp. Ruko Zamrud, dan kedua di Jl. Masale II, Rumah Bantuan Hukum DPD KNPI Sulsel”. Ujarnya.

Ifal yang juga Ketua PERKAHPI Sulsel ini mendoakan agar Perjuangan Menolak OmnibusLaw dapat berjalan dengan lancar & mendapatkan ridho Allah swt.

Hingga hari ini, demonstrasi dari kaum buruh, mahasiswa dan elemen masyarakat terus dilakukan, dan sikap aparat kepada kepolisian sering menjadi sorotan publik, dikarenakan cara pengamanan yang bersikap arogan dan represif.

DPD KNPI Sulsel dibawah kepemimpinan Arham Basmin Mattayang, berharap seluruh elemen masyarakat dapat menjaga tali ikatan persaudaraan tanpa terjadinya kekerasan, ia menambahkan bahwa DPR maupun pemerintah diharapkan untuk berani mengamankan situasi publik hari ini. tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *