Dokumentasi kegiatan (karebaindonesia.id)

Makassar, karebaindonesia.id – Ikatan Tunanetra Muslim Indonesia (ITMI) menggelar pengajian rutin bekerja sama dengan Jariah Grup dan Musholla Tarbiatul Ittihadul Umma pada, Kamis 15 Juli 2021 Masehi/5 Dzulhijjah 1442 Hijriah, yang bertempat di Yayasan Pembinaan Tunanetra Indonesia (YAPTI) Jalan Kapten Piere Tendean Blok M. No.7 Makassar. Kegiatan ini dihadiri oleh pengurus YAPTI, Binaan, dan Alumni YAPTI.

Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat silaturrahmi antara Binaan, Alumni, Pengurus dan Pemerhati. Adapun susunan dari kegiatan ini sebagai berikut: Pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an, sambutan-sambutan dan ceramah agama.

Firdaus selaku pengurus Musholla sangat bergembira atas terselenggaranya kembali pengajian ini. Dia berharap kegiatan serupa bisa berjalan terus-menerus.

“Alhamdulillah pengajian kembali terlaksana walaupun di masa pandemi, dan Saya harap berjalan terus-menerus sampai pandemi ini dinyatakan berhenti,” ujar Firdaus.

Hal serupa juga yang diungkapkan Ketua ITMI, Hamzah M. Yamin. Kata dia, kedepan sebisa mungkin diusahakan lebih banyak lagi teman-teman yang hadir dari komunitas disabilitas dan non disabilitas.

“InsyaAllah sejak dimulainya pengajian perdana di masa pandemi ini Kami akan menyelenggarakan kegiatan ini secara berkesinambungan, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan Saya berharap kedepan diusahakan lebih banyak lagi teman-teman yang hadir baik dari komunitas-komunitas Disabilitas & Non Disabilitas,” tuturnya.

Sementara itu Habib Husain dalam ceramahnya menyampaikan menuntut ilmu bagi ummat muslim dan muslimat itu wajib karena ayat yang pertama turun itu Iqra’ bacalah, bukan Salatlah menuntut ilmulah agar ibadah kita diterima oleh Allah SWT, sebagaimana dijelaskan ibadah tanpa ilmu ibadah kita tidak akan diterima, sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadits semua amal yang tidak didasari ilmu maka amalnya ditolak dan tidak akan diterima.

Disisi lain Habib juga membahas soal Qurban Ia menuturkan Qurban bagi Ummat muslim hanya sunnah Muakkad bagi orang yang mampu, adapun orang yang tidak mampu berusahalah untuk menabung karena beda ibadah pahalanya orang yang mampu dan orang yang berjuang untuk berqurban walaupun ini ibadah rutin sekali setahun.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *