Ratusan mahasiswa Unismuh padati badan jalan Sultan Alauddin, Makassar.

Makassar, karebaindonesia.id – Ratusan massa aksi dari ‘Aliansi Unismuh Satu’ yang terdiri dari enam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seUnismuh merefleksi hari sakral Sumpah Pemuda di badan jalan Sultan Alauddin, Makassar (depan kampus Unismuh) pada Kamis (28/10/2021).

Enam BEM yang bersatu pada aksi ini terdiri dari, BEM Fakultas Agama Islam (FAI), BEM Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik FISIP), BEM Fakultas Teknik, BEM Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), BEM Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), dan BEM Fakultas Pertanian (FAPERTA).

Mengangkat Grand Isu “Kartu Merah 7 Tahun Jokowi”, Aliansi Unismuh Satu menilai pemerintah hari ini telah berhasil merawat kemiskinan, dan pembodohan terjadi di mana-mana.

“Pantang dirayu untuk mundur dalam perjuangan, kami melihat pemerintah telah berhasil merawat kemiskinan, dan pembodohan-pembodohan terjadi di mana-mana, wattunna mi mundur!,” tegas Aris Munandar, Ketua Umum BEM FAI dan Jendrlap Aksi Kartu Merah Jokowi saat diwawancarai.

Sementara Ketua Umum BEM FISIP Rahmatul Ihsan menegaskan, Kami Aliansi Unismuh satu dengan ini turun di jalan sebagai bentuk menyuarakan kebenaran sekaligus dengan merefleksi hari besar Sumpah Pemuda.

“Maka dengan ini kami mengkritik atas kebijakan pemerintah Jokowi selama 7 tahun dengan memberikan kartu merah,” imbuhnya.

“Dengan direncanakan wacana amandemen UUD 1945 yang dengan dibuatnya (isi kebijakan) bahwa akan dilanjutkan dengan 3 periode . Maka dengan itu kami bersikap keras akan menolak itu semua,” tutup dia.

Seluruh Ketua Umum BEM seUnismuh Makassar mengecam apa yang telah diperbuat oleh pemerintah. Dengan bekal beberapa isu yang tentu telah dikaji secara mendalam.

Adapun tuntutan Nasional Unismuh Satu di antaranya, revisi UU ITE, stop pembungkaman demokrasi, tolak penghapusan BBM premium, kembalikan marwah KPK, tolak wacana amandemen UU 1945, transparansi anggaran PPKM, cabut UU omnibus law, hentikan perampasan lahan, wujudkan pendidikan gratis.

Sementara itu, terdapat juga tuntutan lokal, di antaranya, cabut pembatasan jam malam Unismuh, kembalikan kemerdekaan berlembaga kemahasiswaan Unismuh, bebas biaya kuliah mahasiswa Unismuh.

1 thought on “Ganjar Jokowi Kartu Merah, Aliansi Unismuh Satu: Wattunna Mi Mundur!”
  1. Hello! I could have sworn I’ve been to this blog before but after browsing through some of the post I realized it’s new to me. Anyways, I’m definitely happy I found it and I’ll be book-marking and checking back frequently!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi