Jakarta, karebaindonesia.id – Haris Pratama, Ketua Dewan Pengurus Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) baru-baru ini dicopot dari jabatannya. Kabarnya, pemberhentian Haris diputuskan secara tidak terhormat dalam rapat pleno pengurus pusat DPP KNPI yang digelar di Hotel Rizt Carlton, Jakarta, Sabtu (6/3/) malam.

Adapun alasan pencopotan Haris sebagai Ketum DPP KNPI periode 2018-2021 tercatat ada empat point besar berdasarkan hasil rapat pleno yang dipimpin Wakil Ketua Umum Ahmad A Bahri bersama Sekjen DPP KNPI Jackson Kumaat serta Ketua Organisasi DPP KNPI Ahmad Syarif.

Pertama, Haris melakukan pelanggaran pasal 38 AD dan 35 ART KNPI terkait tata kelola keuangan dan harta benda organisasi yang tidak berjalan secara transparan dan akuntabel.

Kedua, yang bersangkutan melakukan tindakan sewenang-wenang dalam mengelola organisasi dengan tidak melaksanakan rekomendasi dan hasil kongres secara konsekwen, serta tidak melaksanakan rapat pleno sesuai dengan yang diatur dalam ketentuan oganisasi yaitu sekurang-kurangnya sekali dalam sebulan.

Ketiga, sebagai ketua umum, Haris telah menkhianati semangat keberhimpunan, kerjasama dan persatuan sesuai dengan semangat berdirinya KNPI. Juga termasuk dalam menjalankan roda organisasi, Haris ugal-ugalan danotoriter, tidak prosedural sesuai mekanisme yang diatur dalam AD/ART KNPI.

Sementara itu pada poin keempat atau terakhir, sebagai Ketum DPP KNPI, Haris tidak mampu lagi menjalankan roda organisasi, dimana sampai dua tahun kepengurusan tidak pernah menjalankan salah satu amanah Kongres KNPI XV yaitu melaksanakan dan memfasilitasi Rapat Majelis Pemuda Indonesia (MPI).

“Karena itu, Forum Pleno KNPI memutuskan memberhentikan Bung Haris Pertama sebagai Ketua Umum DPP KNPI periode 2018-2021, dan mengangkat dan memutuskan Bung Mustahuddin sebagai Pelaksana Tetap (Plt) Ketua Umum DPP KNPI 2018-2021,” tegas Waketum DPP KNPI Ahmad A Bahri.

Lanjut Bahri, Haris tidak berhak lagi memakai atribut dan simbol-simbol organisasi KNPI karena sudah dipecat sebagai Ketua Umum. Kepada segenap pengurus DPP KNPI, lanjutnya, untuk tetap menjaga soliditas dan
membangun komunikasi yang harmonis diinternal kepengurusan demi manjaga marwah kepengurusan DPP KNPI dibawah pimpinan pelaksana tetap (PLT) Ketua Umum Bung Mustahuddin.

Sementara itu, Mustahuddin dikonfirmasi mengaku akan segera
menyusun kepengurusan yang baru sesuai dengan pedoman kepengurusan organisasi.

“Soal kepengurusan kedepan, tidak banyak perubahan,” ungkap Musta, Minggu (07/03/2021).

Musta melanjutkan, Sulawesi Selatan ini akan menyusun langkah-langkah strategis organisasi menuju pelaksanaan kongres bersama KNPI sesuai harapan OKP dan pemerintah Republik Indonesia.

Usai mengambil alih tongkat estapet kepemimpinan DPP KNPI, Musta menegaskan bahwa Haris Pertama tidak berhak lagi memakai atribut apalagi sampai mengatasnamakan diri sebagai bagian KNPI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *