Foto bersama usai kegiatan pelatihan tim PKM Unismuh di Boriappaka, Pangkep.

Pangkep, karebaindonesia.id – Tim Pengapdian Masyarakat Universitas (Unismuh ) Makassar menggelar pelatihan pendalaman baca tulis Al Qur’an guru TK/TPA Boriappaka kecamatan Bungoro, kabupaten Pangkep, pada Ahad (4/07/2021).

Pelatihan yang diusung oleh Nasruni, S. Pd.I, M. Pd.I bersama dua anggota timnya, Nur Fadilah Amin, S. Pd.I, M. Pd.I dan Siti Walida Mustamin S. Pd, M. Si bertujuan untuk memberikan pendalaman terkait baca tulis Al Qur’an kepada guru TK/TPA Boriappaka.

Diketahui, pelatihan ini diikuti oleh puluhan guru TK/TPA, masyarakat setempat, dan ketua BKPRMI Pangkep. Pada sambutan ketua tim, Nasruni membeberkan rasa terima kasihnya kepada semua elemen yang telah memberikan sumbangsihnya atas terlaksananya pelatihan.

“Kami sangat berterima kasih kepada semua elemen yang telah mendukung acara ini sehingga bisa terlaksana sesuai harapan,” ujar Penasihat Jurusan Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Unismuh itu.

Lanjutnya, pelatihan ini dinaungi oleh LP3M Unismuh Makassar. Sesuai dengan judul, harapan kami setelah ini, dapat meningkatkan kualitas mengajar para guru. Bagaimana nantinya bisa mengajarkan baca tulis Al Qur’an dengan menarik. Karena peserta didik bisa dikatakan masih duduk di bangku SD dan butuh hal tersebut.

Hal senada disampaikan Ir. Hasanuddin, dalam sambutannya sekaligus membuka acara menuturkan dirinya sangat mengapresiasi atas digelarnya pelatihan ini. Harapannya, apa yang dicita-citakan oleh tim PKM Unismuh bisa tercapai. Di sela-sela sambutannya, Ketua BKPRMI ini menyinggung hadist Rasulullah SAW.

“Rasulullah berpesan, yang terbaik di antara kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan mengamalkannya,” ujarnya.

Sementara itu, Ustaz Abd Azis Tahir, selaku pemateri mengenalkan buku kurikulum yang semestinya menjadi pegangan guru TK/TPA. Selain dari itu, perlu juga namanya menguatkan manajemen, dan membuat semenarik mungkin cara belajar mengajar. Sebagai sampel, guru bisa memberikan materi bermain dan belajar.

Ustaz Abd Azis Tahi, saat menyampaikan materinya.

Bertugas mengupas tuntas mengenai tugas-tugas seorang guru mengaji, ustaz Abd Azis Tahir menekankan Sebisa mungkin mengajar dengan sesederhana mungkin agar tidak berbelit-belit. Karena menurut dia, anak-anak akan kesusahan dalam memahami jika terlalu banyak macam teori yang diberikan.

“Misalnya, alif. Guru tidak perlu lagi menjelaskan bahwa, ini alif, kalau fatha atau baris di atas dibaca a’. Karena jika seperti itu, terlalu banyak yang akan dihafal. Tetapi, langsung saja a’, ba’, ta’, dan seterusnya,” jelas Abdul Azis.

Lanjut dia katakan, mengajar juga perlu melihat kondisi dan situasi. Misalnya, dalam TPA ada lima pengajar dan kebetulan empat pengajar sedang berhalangan, maka pengajar yang sisa satu orang perlu menanamkan metode asistensi.

“Mengajar beberapa orang yang berpotensi cepat paham, kemudian membentuk kelompok dan membiarkan anak yang berpotensi dan telah diajar tadi mengajar teman-temannya,” lanjutnya.

Nasruni, S. Pd.I , M. Pd.I bersama Siti Walida Mustamin S. Pd, M. Si

Jelang berakhirnya kegiatan, ketua tim PKM Unismuh membawakan materi tentang metode permainan. Pada materi ini, peserta diberikan pelatihan dengan menggunakan kartu bertuliskan huruf hijaiyah. Selain itu, Nasruni, S. Pd.I , M. Pd.I juga memberikan nyanyian yang bisa digunakan oleh guru TPA agar anak-anak lebih semangat dan riang dalam belajar dan menghafal huruf hijaiyah.

Dengan sajian materi yang sangat memukau, Peserta pelatihan terlihat antusias menerima materi sampai akhir. Bahkan pada sesi praktek, hampir semua peserta ambil bagian dengan penuh semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *