Karebaindonesia.id – Militer Amerika Serikat (AS) disinyalir membeli data lokasi jutaan pengguna Aplikasi Muslim Pro. Laporan tersebut pertama kali dilaporkan oleh majalah daring Motherboard.

Menurut majalah daring tersebut, aplikasi yang menyajikan fasilitas berupa pengingat waktu salat dan meyajikan Alquran 30 Juz itu dibeli dan digunakan oleh Komando Operasi Khusus AS (USSOCOM).

USSOCOM sendiri adalah sebuah divisi militer yang bertanggung jawab atas kontra-terorisme, pemberontakan, dan pengintaian khusus, untuk membantu operasi pasukan khusus di luar negeri.

Dalam laporan Motherboard, Muslim Pro menjual data ke pihak ketiga yang disebut sebagai “X-Mode”. Lalu pihak ketiga tersebut menjual data ke kontraktor pertahanan yang kemudian akan diserahkan kepada Departemen Pertahanan AS.

Meski demikian, X-Mode sendiri menjelaskan kalau data-data yang dibeli akan digunakan untuk “Counter-Terrorism”, keamanan siber, serta memprediksi dan melacak titik-titik potensi persebaran penularan Covid-19.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *