Makassar, karebaindonesia.id,- Menjelang hari raya Idul Adha pergerakan masyarakat  dikhawatirkan akan meningkat, mengantisipasi lonjakan pemudik Pj Walikota Makassar Prof Rudy Djamaluddin mengeluarkan kebijakan bahwa pembatasan pergerakan antar wilayah akan diperpanjang pelaksanaanya. Hal ini dikemukakan pada saat rapat evaluasi penerapan Perwali Nomor 36 Tahun 2020.

Perpanjangan ini sebagai bentuk antisipasi bertambahnya klaster baru penyebaran Covid-19 pada saat pelaksanaan hari raya Idul Adha yang akan dilaksanakan kaum muslimin Jumat 31 Juli 2020. Rencana ini juga mendapat dukungan dari pihak Kodim 1408/Bs dan Polrestabes Makassar.

Kebijakan perpanjangan pembatasan pergerakan antar wilayah di Makassar direncanakan hingga Agustus 2020, walau demikian menurut Pj Walikota Makassar bahwa mudik tetap bisa dilakukan oleh warga baik yang dari daerah masuk Makassar atau warga Makassar yang hendak mudik keluar daerah.

“Tidak ada larangan mudik bagi warga namun harus tetap memperhatikan protokol kesehatan yang telah ditetapkan yaitu bagi warga yang akan keluar atau masuk Makassar harus dilengkapi surat keterangan bebas Covid-19,” ujar Prof Rudy yang dilansir kompas.com (28/7/2020).

Melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemkot Makassar Aswis Badwi menghimbau agar warga dapat melaksanakan shalat Idul Adha di masjid dan memperketat protokol kesehatan dan menyarankan agar tidak dilaksanakan di lapangan terbuka.

Pj Walikota Makassar menambahkan bahwa pelaksanaan perpanjangan ini bukan dalam rangka menyulitkan masyarakat namun hal ini dilakukan sebagai upaya memperkecil penyebaran Covid-19 di Makassar.

Sumber Gambar: manifesto.id

1 thought on “Jelang Idul Adha, Pembatasan Pergerakan Antar Wilayah di Makassar Diperpanjang”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *