Salah satu sungai di Kota Banjarmasin yang debit airnya cukup tinggi hingga meluap ke pemukiman warga di Kalimantan Selatan, . (Antaranews Kalsel/Sukarli)

Kalsel,karebaindonesia.id,–Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Republik Indonesia mencatat sebanyak 10 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan terdampak banjir bandang, Senin (18/1/2021).

Banjir tahun inib termasuk paling parah karna Kalimantan Selatan hari ini darurat bencana dan harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pantauan per tanggal 16/1/2021 tercatat 112.710 jiwa terpaksa meninggalkan rumah dan mengungsi, dan sebanyak 27.111 rumah warga direndam banjir bandang.

Sebanyak 10 Kota dan kabupaten di Kalsel yakni Kabupaten Banjar, Kabupaten Tapin, Kabupaten Balangan, Kabupaten Tabalong, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kabupaten Batola, Kota Banjar Baru, Kota Tanah Laut, dan Kota Banjarmasin.

Penyebab banjir bandang di Kalimantan Selatan disebabkan intensitas curah hujan yang tinggi, juga diperparah adanya data bahwa hutan primer dan hutan sekunder di Kalimantan Selatan sudah tidak berfungsi baik.

Sejumlah Prajurit Korps Marinir TNI AL Pasmar 1 Jakarta membawa perahu karet di Desa Pekauman Ulu, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Sabtu (16/1/2021).

Adanya pembukaan lahan secara besar-besaran, juga beberapa pembalakan hutan menyebabkan banjir di Kalimantan Selatan.

Data yang dihimpun BNPB, mengumumkan sebanyak 15 orang meninggal dunia, dimana 7 korban jiwa berasal dari Kota Tanah Laut, 3 korban meninggal dari Kabupaten Banjar, 1 orang dari Kota Banjar Baru, 1 orang dari Kabupaten Tapin, dan 3 orang dari Kabupaten Hulu Sungai.

Hasil analisa Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebutkan Kalimantan Selatan masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang. BMKG dan BNPB mengimbau untuk tetap waspada dan bertahan di tenda pengungsian.

Menanggapi musibah banjir bandang ini, Gubernur Kalimantan Selatan menetapkan status tanggap darurat bencana banjir mulai dari tgl 14 Januari 2021 hingga saat ini. Pemerintah Provinsi dan BNPB telah menyalurkan bantuan ke para pengungsi berupa tenda, selimut, pakaian, air bersih dan peralatan dasar kebencanaan.

Penulis : Rahmat Raning

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *