Majene, karebaindonesia.id – Kabar duka datang dari kabupaten Majene, Sulawesi Barat. Bupati Majene, Fahmi Massiara tutup usia di Rumah Sakit Grestelina, kota Makassar pada Senin, 28 September 2020 sekitar pukul 12.10 Waktu Indonesia Tenga.

Dilansir dari Liputan6.com, Konfirmasi wafatnya Bupati Majene itu diketahui melalui postingan keponakan almarhum, Ahmad Fauzi Arief Lopa di akun media sosial Facebook-nya.

“Innalillahi wa innailahi rajiun. Telah meninggal dunia Bupati Mejene, Fahmi Massiara,” tulisnya di beranda Facebook-nya pada Senin, 28 September 2020 tadi

Tambahnya, pihak keluarga berencana akan melakukan proses pemakaman Almarhum Fahmi Massiara pada hari Selasa, 29 September 2020 besok.

“Keluarga sedang mengurus kepulangan jenazah ke Majene. Rencana dimakamkan besok. Untuk lokasi pemakamannya baru akan dibicarakan,” ujar Fauzi.

Sementara itu, Wakil Ketua DPW PPP Sulawesi Barat, Nanang Wahidin mengatakan bahwa kabar wafatnya Fahmi Massiara Ia ketahui melalui grup WhatsApp partainya. Menurutnya, Almarhum mengidap stroke yang telah lama dideritanya.

“Informasi terakhir, beliau tidak bisa bicara, tidak bisa berjalan, kakinya lumpuh, strokelah,” katanya.

Lanjutnya, Almarhum sempat berniat untuk kembali mencalonkan diri sebagai bupati di Pilkada Majene 2020 ini, walau dinyatakan tidak memenuhi syarat untuk lolos tes kesehatan.

“Waktu tes kesehatan, beliau didorong pakai kursi roda. Sudah sekitar jalan satu bulanan beliau tidak bisa beraktivitas,” tutupnya.

Fahmi Massiara selain menjabat sebagai Bupati Majene juga menjadi Ketua DPW Partai Persatuan Pembangunan Sulawesi Barat. Pria kelahiran Majene, 17 Juni 1963 itu wafat di usia 57 tahun.

Selamat jalan, Fahmi Massiara. Pengabdianmu untuk masyarakat akan selalu dikenal dan dikenang selalu.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *