Sumber Ilustrasi Foto : Goggle.com

Makassar, karebaindonesia.id – Kasus pengeroyokan terhadap Alam dan kedua temannya sesama mahasiswa Universitas Islam Makassar terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga pada Kamis, 10 September 2020 dini hari lalu.

Dalam kasus pengeroyokan tersebut menyebut nama anak dari Bupati Jeneponto Iksan Iskandar dan sekaligus menjabat sebagai Ketua KNPI Kabupaten Jeneponto, Isman Triadi yang memimpin langsung pengeroyokan terhadap ketiga mahasiswa UIM tersebut.

Hal itu dikonfirmasi oleh Alam yang mengalami pengeroyokan tersebut saat ditanya wartawan yang dilansir Sorotmakassar.com di Polrestabes Makassar.

“Kami tidak tahu apa salah kami, tiba-tiba saja Triadi bersama pengawalnya, menyerang saya bersama teman-teman almamater saya,” ujarnya seusai melaporkan aksi premanisme anak dari Bupati Jeneponto Iksan Iskandar pada dirinya dan teman-temannya.

Alam mengalami luka lebam dan bibir robek akibat pukulan dan tamparan serta tendangan dari Isman Triadi. Menurutnya, tindakan Isman Triadi beserta pengawalnya adalah aksi premanisme dan tidak pantas dilakukan oleh seorang anak Bupati serta Ketua KNPI Jeneponto.

“Entah karena mentang-mentang anak Bupati dan punya preman pengawal, sehingga ia arogan mengeroyok kami. Kami saja yang mahasiswa dikeroyoknya, bagaimana kalau anak dari rakyat biasa. Bisa-bisa dibunuhnya,” ucap teman Alam yang menjadi korban pengeroyokan tersebut.

Tidak hanya sampai di situ. Setelah dipukuli oleh Isman Triadi beserta pengawalnya yang meninggalkan mereka, satuan Polisi dari Polda Sulsel menjemputnya. Namun Alam dan kedua temannya malah dipukuli oleh seorang oknum polisi sebelum mereka dibawa ke Polsek Mariso pada Kamis dini hari.

Sementara itu, pihak dari Universitas Islam Makassar yang dihubungi mengaku belum tahu kasus tersebut. Mustamin yang adalah dosen UIM berupaya mengonfirmasi kebenaran kejadian tersebut.

“Tapi jika benar ada pengeroyokan itu, kami menyesalkan putra Bupati Jeneponto bisa bertindak seperti preman. Semoga saja, Alam tidak menyeret teman-teman di UIM untuk melawan tindakan premanisme dari seorang anak pejabat,” ujarnya saat dihubungi pada Jumat, 11 September 2020 siang kemarin.

Di lain pihak, aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UIM, Ridwan Hafid mengaku akan membela Alam dan kedua temannya atas kasus pengeroyokan yang dilakukan oleh anak Bupati Jeneponto tersebiut

“Aksi anak Bupati Jeneponto itu sangat kami khawatirkan jadi preseden buruk ke depan. Para anak Bupati akan menjadi preman. Dan Polisi ke depannya akan rame-rame jadi tukang pukul anak Bupati atau anak pejabat,” tuturnya.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

4 thoughts on “Kasus Pengeroyokan Tiga Mahasiswa UIM, Anak Bupati Jeneponto Disorot”
  1. Aksi main hakim sendiri, memang betul tidak dibenarkan, siapapun itu,
    Tapi coba cek juga sebab dari pelaku melakukan aksi main hakim sendiri
    Terus apa hubungannya dengan kampus,
    Janganlah kampus dibawa bawa kalau tidak ada hubungannya

  2. 242938 628199Nice post. I learn something a lot more challenging on different blogs everyday. It will always be stimulating to read content from other writers and practice slightly something from their store. Id prefer to use some with the content material on my blog whether you dont mind. Natually Ill give you a link on your internet weblog. Thanks for sharing. 673277

  3. I?¦ve been exploring for a little bit for any high-quality articles or weblog posts in this sort of area . Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this site. Studying this info So i?¦m satisfied to exhibit that I have a very excellent uncanny feeling I found out exactly what I needed. I so much definitely will make certain to don?¦t forget this website and provides it a look on a continuing basis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi