Makassar, karebaindonesia.id – Kasus 49 miliar di kab.bulukumba sampai hari ini Masi menjadi polemik yang terus bergulir di tengah-tengah Masyarakat Bulukumba.

Menurut informasi yang di himpun kasus ini telah menetapkan salah satu tersangka berinisial AI yang selaku ASN (Apatur sipil Negara) di salah satu instansi pemerintah di kab. Bulukumba dan resmi di tahan oleh kejaksaan tinggi (Kejati Sulsel)

Namun hal tersebut di soroti dari berbagai pihak salah satunya Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) kab. Bulukumba (Selasa 02, November).

SEMMI Bulukumba mengelar aksi unjuk rasa di depan Kejati Sulsel dan mempertanyakan kasus suap 49 miliar ini.

Muh. Zulfadly Amin selaku jendral lapangan menegaskan bahwa penegakan supremasi hukum terkesan tebang pilih pasalnya penetapan tersangka seorang ASN yang jabatannya hanya seorang staff pendidikan dan kebudayaan di nilai tdk masuk akal.

“kami mendesak Kejati Sulsel agar jangan tebang pilih dalam penegakan hukum ini karna sangat tidak mungkin apabila hanya satu orang saja yang dijadikan tersangka dalam kasus ini, ungkap jendral lapangan Muh Zulfadly Amin selalu jendral lapangan.

Menurut Muh. Fadly semestinya bukan hanya satu tersangka yang di tetapkan dalam kasus ini.

“Tidak mungkin ketika hanya satu orang yang di jadika tersangka apalagi dengan anggaran yang cukup besar ini,” ungkap Muh. Fadly.

Andri jusliandi yang akrab di sapa Bandong selalu kordinator lapangan menegaskan akan terus mengawal kasus ini sampai betul betul menemui titik terang

” Jika pihak Kejati itu kemudian tidak mengusut tuntas kasus ini. Dan mengevaluasi semua saksi yang terlibat, maka kami dari SEMMI Bulukumba akan melakukan aksi unjuk rasa dengan kuantitas lima kali lipat dari pada hari ini. Kejati harus membuka mata dan jangan menutup mata dengan ketidakadilan,” ujar Bandong, korlap SEMMi Bulukumba

Sementara itu ketua umum SEMMI Bulukumba, Andi Muh idik indra maulana menuturkan bahwa pihaknya akan terus melakukan kajian terkait kasus ini.

“Kami dari Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia Cab. Bulukumba akan terus melakukan kajian terkait perkembangan isu isu yang beredar dalam kasus ini, apabila masih ada kekeliruan yang kami dapatkan maka kami tidak segan-segan untuk melakukan gerakan yang kami anggap benar,” tegas Indra, Ketua Umum SEMMI Bulukumba.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi