karebaindonesia.id – Dalam keadaan Pandemi Covid-19 dalam beberapa bulan terakhir sampai saat ini, kebiasaan masyarakat yang beraktivitas sehari-hari mulai berubah. Seperti Work From Home (WFH) atau Bekerja Dari Rumah. Hal itu pun membuat para murid tak datang ke sekolah dan digantikan dengan belajar melalui sistem daring. Namun, ada hal kocak dan lucu dari orang tua murid saat membayar biaya tunggakan sekolah atau SPP.

Peristiwa itu terjadi dalam tangkapan layar ponsel komunikasi pesan di WhatsApp yang dibagikan oleh akun Twitter (@hakimsrg). Terlihat seorang wali kelas menagih SPP dari muridnya yang belum dibayarkan kepada orang tua murid.

“Selamat siang bapak. Maaf untuk bulan ini SPP putra bapak belum dilunasi,” kata sang Wali Kelas.

Tak lama kemudian, muncullah balasan dari pesan tersebut. Dalam pesannya, ia meminta maaf kepada wali kelas anaknya dan meminta agar sang wali kelas menunggu. Dan tak disangka, alih-alih membayar tagihan SPP dengan mengirimkan bukti transfer uang SPP ke wali kelas, sang wali murid hanya mengirimkan foto beberapa lembar uang.

“Iya maaf pak, bentar ya. Ini pak, sudah lunas ya,” kata sang wali atau orang tua murid.

Dalam foto yang dikirimkan orang tua murid, terlihat dua lembar uang 50 ribu Rupiah dan selembar uang 100 ribu Rupiah. Bingung dengan kiriman foto sang orang tua murid, wali kelas pun bertanya maksud dari kiriman foto uang tersebut.

Sang orang tua murid pun menjelaskan maksud membayar SPP melalui aplikasi WhatsApp. Dia mengatakan bahwa selama ini, pembelajaran anaknya dilakukan melalui aplikasi WhatsApp dan karenanya, semestinya SPP anaknya juga bisa dibayarkan lewat aplikasi tersebut.

“Saya sebagai orang tua menitipkan anak untuk agar belajar di sana karena kesibukan saya. Lah kalau ortu yang mengajari sendiri buat apa menitipkan anak ke sana,” tulis wali murid tersebut.

Peristiwa lucu itu pun viral di media Twitter hingga disukai dan dibagikan orang hingga ratusan kali. Beragam respon diberikan warganet. Ada yang heran serta kesal karena kelakuan orang tua murid yang tidak masuk akal, ada pula yang terhibur dan tertawa dengan tingkah orang tua murid tersebut.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *