Sumber Foto : Middleeastmonitor.com

Lebanon, karebaindonesia.id – Perdana Menteri (PM) Lebanon, Hassan Dieb resmi mengumumkan dirinya dan seluruh anggota kabinet mengundurkan diri. Keputusan itu diambil ketika Lebanon mengalami krisis ekonomi dan sosial pasca ledakan besar yang terjadi di Pelabuhan Beirut pada

Keputusan itu diumumkannya pada Senin, 10 Juli 2020 waktu setempat setelah dilakukan rapat darurat yang bersamaan dengan kemarahan dan aksi unjuk rasa yang dilakukan rakyat Lebanon beberapa waktu yang lalu.

Selain PM Lebanon, Hassan Dieb beberapa menteri kabinet juga telah mengundurkan diri sebelumnya, seperti Damianos Kattar (Menteri Lingkungan) dan Manal Abdel Samat (Menteri Informasi).

“Saya hari ini menyatakan pemerintah mengundurkan diri. Semoga Tuhan menyelamatkan Lebanon, Dirgahayu Lebanon dan rakyatnya. Hari ini kami menuruti kehendak rakyat untuk meminta pertanggungjawaban kepada mereka yang bertanggung jawab atas bencana yang tersembunyi selama tujuh tahun ini,” ujar PM Lebanon dalam pidatonya yang disiarkan di TV Lebanon yang dilansir Kompas.com pada Senin 10 Juli 2020 lalu.

Sementara itu, Mantan Menteri Kehakiman Lebanon, Marie-Claude Najem mengatakan bahwa keputusan pengunduran PM Lebanon dan sejumlah anggota kabinet tidak dapat diartikan sebagai tindakan untuk meninggalkan tanggung jawab atas krisis yang terjadi di Lebanon.

Meski keputusan pengunduran PM Lebanon dan sejumlah anggota kabinet telah diumumkan, rakyat Lebanon tetap menyalahkan pemerintah atas diizinkannya bahan peledak dalam jumlah besar yang menyebabkan ledakan yang terjadi di Pelabuhan Beirut dan merajalelanya korupsi yang terjadi di dalam tubuh pemerintahan Lebanon.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi