Makassar, karebaindonesia.id – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Nasdem Sulawesi Selatan (Sulsel) tidak berhenti memberikan perhatian kepada korban yang terdampak gempa di Majene-Mamuju Sulbar.


Setelah rombongan yang membawa bantuan tahap pertama dipimpin oleh Sekretaris Nasdem Sulsel Syaharuddin Alrif, kembali ke Makassar. Sekitar pukul 20.00 WITA, pada Jumat (22/1/2021) malam tadi, partai besutan Surya Paloh itu kembali mengirimkan bantuan untuk tahap kedua.


Pada kesempatan tersebut, Ketua DPW Nasdem Sulsel, Rusdi Masse (RMS) langsung melepas bantuan sebanyak 8 unit truk.


Pelepasan tersebut dilakukan tepat depan Kantor DPW Nasdem Sulsel, di Jalan Botolempangan.
“Semoga bantuan ini bermanfaat untuk saudara–saudara kita di Sulawesi Barat,” kata Rusdi Masse.


Anggota Komisi III DPR RI itu mengatakan atas musibah yang terjadi di Sulbar meminta masyarakat yang terdampak bencana gempa untuk bersabar menghadapi cobaan tersebut. Nasdem Sulsel tak akan diam, akan melakukan sesuatu untuk meringankan beban korban.


“Jadi saudara-saudara kita di Sulbar agar bersabar dengan cobaan ini. Nasdem Sulsel tak akan diam, insyaallah akan melakukan sesuatu untuk meringankan beban mereka,” ujar Mantan Bupati Sidrap tersebut.


Pengiriman bantuan ini adalah tahap kedua dilakukan DPW Partai Nasdem Sulsel. Selain Nasdem Sulsel, DPW Nasdem Sulawesi Barat dan Sulawesi Tengah juga bergerak mengirim bantuan.

25 thoughts on “Lepas Bantuan Tahap II, Rusdi Masse: Nasdem Sulsel Tak Akan Diam”
  1. 374852 826921I love this information presented and possesses given me some type of resolve forpersistance to succeed i genuinely enjoy seeing, so sustain the outstanding work. 615954

  2. 497496 907444Extremely man or woman speeches want to seat giving observe into couples. Brand new sound system just before unnecessary men and women ought to always be mindful of normally senior general rule from public speaking, which is to be the mini. finest man speaches 423663

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *