karebaindonesia.id – Sekitar ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa UNHAS kembali mengelar aksi solidaritas menuntut polemik uang kuliah tunggal dan transparansi birokrasi kampus di Gedung Rektorat Universitas Hasanuddin Rabu, 15 Juli 2020 hari ini.

Mahasiswa yang meliputi 16 badan kemahasiswaan ini menuntut sejumlah hal yang tercantum dalam Press Release yang disetujui semua badan kemahasiswaan yang bergabung. Adapun butir-butir tuntutan Aliansi Mahasiswa UNHAS yang meliputi digratiskannya pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) secara merata untuk semua mahasiswa UNHAS selama semester Ganjil 2020, pencabutan Surat Keterangan dari pihak birokrasi kampus yang dinilai mekanismenya sangat subjektif.

Selain itu, mahasiswa menuntut transparansi dalam hal keuangan kampus dan secara detail menjelaskan komponen-komponen penyusunan dan penggunaan anggaran kampus serta membuka konsolidasi antara mahasiswa dan pihak kampus untuk membicarakan tuntutan-tuntutan yang ada.

“Sebuah upaya besar dari kami, para mahasiswa menuntut hak kami, maka sudah semestinya pihak kampus harus membuka ruang untuk kami berdiskusi dan membicarakan tuntutan-tuntutan kami, terkhusus untuk Ibu Rektor.” Jelas Jamal, selaku Koordinator Lapangan aksi tersebut.

Aksi demi aksi yang menggelora di wilayah kampus beberapa minggu terakhir di Kota Makassar adalah sebuah upaya mahasiswa menuntut keadilan pendidikan di saat pandemi Covid-19, mereka menerapkan study from home. Dari dampak itulah, fasilitas pembelajaran dan kegiatan kemahasiswaan di kampus tidak berjalan tapi UKT tetap berjalan. Menurut data yang Aliansi Mahasiswa UNHAS himpun, sekitar 79,5% mahasiswa tidak sanggup membayar UKT semester Ganjil 2020.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *