karebaindonesia.id,- Belum selesai duka yang mendalam bagi masyarakat Masamba, banjir menerjang daerah Morowali akibat cuaca ekstrim beberapa hari terakhir. Sejak hari Minggu 12 Juli 2020, curah hujan semakin tinggi. Banyak desa yang ditimpa banjir terutama yang terjadi di Morowali, Sulawesi tengah.

Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah menjelaskan bahwa musibah banjir melanda Morowali dan mengguyur beberapa daerah sekitar dalam beberapa hari ini, rabu 15 Juli 2020.

“Bencana alam tersebut telah menyebabkan sebuah jembatan perjalanan di daerah itu putus diterjang banjir,”ujar kepala BPBD Provinsi Sulteng yang dilansir dari Republika.Co.Id, Selasa 07/07/2020.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) juga menegaskan bahwa cuaca ekstrim masih berpotensi besar beberapa hari ini. Masyarakat  diminta untuk tetap siaga dan menjaga diri jika banjir semakin tinggi.

Tercatat 1.000 hektare pada lahan pertanian warga mengalami gagal panen karena terendam banjir bandang selama beberapa hari ini. Tidak hanya itu, jembatan yang memiliki panjang 30 meter di poros jalan Trans Sulawesi di Desa Boyantongo, Kecamatan Parigi Selatan dinyatakan terputus. Bahkan hasil pertanian warga kembali gagal karena banjir, dan beberapa rumah terendam oleh arus air yang begitu deras.

Selain itu, tepatnya di jalan Trans Sulawesi, Desa Bahomoleo nyaris tidak bisa dilewati oleh kendaraan karena luapan air yang semakin tinggi dari sungai. Semenara itu, di Desa Naka, Rumah Dinas Polsek Bungku Tengah juga ikut terendam air.

“Kemarin pas pulang kerja banjir, hari ini tanggal 15 Juli 2020 pas mau masuk kerja banjir lagi. Ratusan karyawan dan warga yang akan menggunakan akses jalan ini, tidak bisa tembus ketempat tujuan gara-gara banjir. Semoga badai segera berlalu agar kita semua bisa mengais rezeki dan semoga ada jalan terbaik untuk kita semua. Insya Allah,” Tulis Mohammed Khalil di dinding Facebook miliknya.

Tepatnya di Kecamatan Bungku Barat, Desa Topogaro, jalan Trans Sulawesi sempat putus akibat plat deker yang ambruk, tetapi telah  teratasi oleh warga beserta aparat desa dengan menata kembali jalanan tersebut sehingga kendaraan bisa melintas lagi, dilansir dari Kalilipost.com Selasa 07/07/2020.

Namun, sampai saat ini kerugian yang dialami oleh warga Morowali belum bisa dipastikan. Tetapi, luapan air mulai berangsur surut sedikit demi sedikit walau hujan masih mengguyur secara tiba-tiba.

Sumber Gambar : Facebook dan Kalipost.com

2 thoughts on “Masamba Belum Pulih, Kini Morowali Diterjang Banjir”
  1. 200412 147738Have you noticed the news has changed its approach lately? What used to neve be brought up or discussed has changed. It is that time to chagnge our stance on this though. 925614

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi