Karebaindonesia.id – Media daring asal Tiongkok, South China Morning Post (SCMP) menjuluki Presiden RI, Joko Widodo sebagai Little Suharto (Suharto Kecil).

Dilansir dari artikel scmp.com tertanggal 10 November 2020 yang bertajuk “‘Little Suharto’? Indonesian leader Widodo’s places Twitter personalities, allies in key posts, sparking backlash”, dibeberkan persoalan mengenai penunjukkan beberapa tim kampanye presiden Jokowi saat Pilpres 2019 lalu yang menduduki komisaris di perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Menurut artikel berita tersebut, Presiden Jokowi disebut tengah terjebak dalam agenda oligarki karena tidak mampu membangun garda pendukung yang kuat. Selain itu, penunjukkan mereka menjadi komisaris perusahaan BUMN disebut sebagai “tagihan” dan tidak mempertimbangkan latar belakang yang relevan.

Profesor di Nanyang Tecnological University (NTU) Singapura, Sulfikar Amir berpendapat bahwa keputusan Presiden Jokowi tidak memiliki basis yang kuat, sehingga memberikan “penghargaan” kepada para pendukungnya.

“Jokowi tidak memiliki basis pendukung yang kuat. Dia mengandalkan figur publik dan relawan selama Pemilu untuk mendapatkan pendukung, dan ia tahu bahwa dirinya berkewajiban untuk membalas mereka,” ujarnya yang tertulis dalan artikel tersebut

Tambahnya, Presiden Jokowi sudah masuk dalam pusaran agenda oligarki yang menurutnya sejalan dengan tujuan politik presiden. Menurutnya, agenda itu tidak bisa dikritisi, Presiden Jokowi saat ini terfokus pada peningkatan investasi yang malah membawa ke era Suharto.

“Dia adalah suharto kecil, menurut saya,” ungkapnya.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *