Oleh: Achmad Zulfikar

Pekerjaan: Inisiator Gerakan Pemuda Makassar Kawal Pemilu dan Demokrasi.

karebaindonesia.id – Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto atau akrab disapa Danny Pomanto bersama Wakil Walikota Makassar, Fatmawati Rusdi pasca resmi dilantik dan diambil sumpahnya pada 26 Februari 2021 oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah bersama 10 kepala daerah terpilih se-Sulawesi Selatan tancap gas dalam merealisasikan visi misi yang menjadi janji politik kedua politisi ini kepada warga kota Makassar.

Dalam Rapat Paripurna pertama sebagai Walikota Makassar di Gedung DPRD Kota Makassar, Danny Pomanto menyampaikan pidato kerakyatan yang menekankan pentingnya kebersamaan dan sinergitas untuk memajukan kota Makassar, serta merealisasikan pada yang menjadi komitmen mereka yang tertuang dalam visi misi. Hal ini terlihat dari mulai aktifnya media sosial Danny Pomanto mengkomunikasikan program-program yang telah direncanakan. Melalui tulisan ini, penulis berusaha meneropong apa saja program kerja yang akan direalisasikan Danny Pomanto dan Fatmawati Rusdi.

Mengacu pada dokumen Visi Misi Adama’ yang disetorkan Danny dan Fatma kepada Komisi Pemilihan Umum Kota Makassar penulis akan mencoba melihat sejauh mana program telah dijalankan dan kedepannya program apa saja yang akan direalisasikan oleh pasangan yang mengusung tagline “Makassar Terus Dua Kali Tambah Baik” ini. Visi Makassar oleh Danny dan Fatma yakni percepatan mewujudkan Makassar Kota Dunia yang “SOMBERE’ & SMART CITY” dengan imunitas kuat untuk semua. Tagline “Sombere’ & Smart City” ini tentu sudah tidak asing lagi. Saat Danny-Deng Ical menjabat tagline ini telah diperkenalkan ke publik dan dipertegas lagi di periode keduanya dengan tambahan imunat kuat untuk semua. Hal ini mengingat kondisi pandemi Covid-19 yang masih melanda Indonesia dan bulan Maret ini genap 1 tahun sejak kasus pertama diumumkan masuk ke Indonesia.

Misi Danny-Fatma untuk Makassar menekankan pada tiga hal yakni: revolusi, rekonstruksi dan restorasi. Revolusi berkaitan dengan SDM dan percepatan reformasi birokrasi menuju SDM Kota yang Unggul dengan pelayanan publik kelas dunia bersih dari indikasi korupsi. Misi pertama Danny-Fatma ini menegaskan semangat anti-korupsi yang beberapa waktu belakangan ini menjadi sorotan masyarakat. Diharapkan misi pertama ini dapat dijalankan hingga akhir masa jabatan.

Selanjutnya, misi kedua yakni rekonstruksi kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya menuju masyarakat sejahtera dengan imunitas ekonomi dan kesehatan kota yang kuat untuk semua. Misi kedua ini menekankan pada tiga persoalan mendasar dalam pemerintahan yakni kesehatan, ekonomi, sosial dan budaya. Danny-Fatma berusaha untuk menegaskan bahwa melalui tiga pilar ini dapat mewujudkan masyarakat yang sejahtera serta pulih pasca pandemi. Karena diperkirakan proses pemulihan ekonomi secara nasional masih membutuhkan waktu, termasuk pemulihan ekonomi di kota Makassar.

Misi ketiga yakni restorasi ruang kota yang inklusif menuju kota nyaman kelas dunia yang “sombere’ & smart” city untuk semua. Hal ini kembali meneguhkan sikap Danny yang ingin mengedepankan keramahtamahan dan adaptivitas dalam birokrasi pemerintah, serta merealisasikan smart city yang menjadi andalan Danny sejak menjabat Walikota Makassar periode sebelumnya.

Tiga misi tadi kemudian diturunkan masing-masing ke dalam 8 program strategis “Makassar Dua Kali Tambah Baik” yang menjadi tagline kedua pasangan ini. Dari turunan misi revolusi SDM dan percepatan reformasi birokrasi terdapat program revolusi pendidikan semua harus sekolah, perkuatan keimanan ummat, 1000 beasiswa “Anak Lorong Berprestasi”, 10.000 skill training gratis, percepatan tata pemerintahan “Sombere’ & Smart” bersih dari indikasi korupsi, menuju PAD Rp. 2 Trilyun, menuju insentif kinerja RT/RW Rp. 2 juta dan perkuatan fungsi RT/RW dan penasehat Walikota serta para local influencer. Turunan 8 program dari misi pertama ini menunjukkan Danny-Fatma ingin memfokuskan pada sektor pendidikan, keagamaan, ketenagakerjaan dan tata kelola pemerintahan.

Program strategis lainnya diturunkan dari misi kedua. Kembali Danny-Fatma menggulirkan 8 program strategis diantaranya: gerakan masyarakat perkuatan imunitas kesehatan dan ekonomi, perkuatan fasilitas perlindungan dan pelayanan kesehatan masyarakat, penyediaan dengan kemudahan akses 100.000 peluang kerja dan peluang bisnis baru, penataan total sistem BUMD dan pembentukan Makassar Incorporation, pembuatan perda Omnibus “Makassar Kota Dunia”, percepatan program Jagai Ana’Ta dan program Smart Millenia serta Social Mitigation, penataan total destinasi budaya dan sejarah, serta penguatan city branding dan peningkatan Festival dan MICE bulanan dalam skala nasional dan internasional. Kedelapan program ini kembali menunjukkan fokus program Danny-Fatma pada sektor kesehatan, ekonomi, ketenagakerjaan, tata kelola pemerintahan, perempuan dan anak, maupun sosial budaya.

Delapan program strategis dihadirkan Danny-Fatma dalam menjabarkan misi ketiga diantaranya: penataan total sistem persampahan, pembentukan total sistem penanganan banjir dan penanganan kemacetan, pembangunan infrastruktur dan kawasan “Waterfront City” berbasis mitigasi dan adaptasi lingkungan, peningkatan jejaring Smart Pedestrian dan Koridor Hijau Kota, peningkatan lorong garden dan pembentukan 5000 lorong wisata, percepatan pembangunan sistem dan infrastruktur “Sombere’ & Smart City” yang inklusif, percepatan Makassar menjadi liveable city dan resilient city serta pembangunan “Sombere’ & Smart” New Balaikota dan New DPRD. Di misi ketiga ini Danny-Fatma memfokuskan pada progrm infrastruktur dan pembangunan sarana prasarana penunjang pemerintahan.

Berdasarkan 24 program prioritas dari 3 misi dan 1 visi yang dituangkan dalam dokumen Visi Misi Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi dapat kita teropong bahwa sektor-sektor utama yang disasar oleh Danny-Fatma ini adalah sektor kesehatan dan ekonomi yang saat ini menjadi pekerjaan rumah setiap pemerintah daerah menghadapi pandemi. Realisasi program Makassar RECOVER yang merupakan akronim dari Smart Emergency Protocol Against Covid-19 and Services atau dalam bahasa Indonesia dimaknai Protokol Pintar Kegawatdaruratan terhadap Covid-19 dan Pelayanan yang diluncurkan secara virtual pada 5 Maret 2021 diikuti dengan Festival Smart Vaksinasi yang merupakan bagian dari Makassar RECOVER ini sepertinya akan terus bergulir dalam 100 hari awal pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Makassar. Selamat bekerja pak Walikota, Danny Pomanto dan ibu Wakil Walikota, Fatmawati Rusdi, semoga apa yang telah dicanangkan dapat direalisasikan secara bertahap untuk menjawab kebutuhan warga Makassar dan juga membawa kota Makassar menjadi percontohan bagi kota-kota lainnya di Indonesia dan Dunia.

16 thoughts on “Meneropong Program Kerja 100 Hari Walikota Makassar”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *