Makassar, karebaindonesia.id – Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Makassar mengadakan kembali Bincang Literasi Kritis (BILIK) Jilid kelima yang diikuti puluhan peserta forum yang diadakan secara daring via Zoom Meeting.

Kegiatan Bilik kali ini semakin panas dan membara dengan mengusung tema utama “Menguliti Paham Literasi di Tubuh Birokrasi”. Dosen Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin, Fajrurrahman Jurdi memantik diskusi yang dilaksanakan pada Ahad, 15 November 2020 kemarin yang dipandu oleh Ketua FLP UNHAS, Hasnan Sutadi.

Diskusi kali ini kian hangat disaat pemantik Fajrurrahman Jurdi membahas hal-hal strategis mengenai literasi di lingkungan pemangku kebijakan, mulai dari budaya literasi di dunia intelektual kampus sampai pengaplikasian literasi di ranah parlemen.

Ditambah dengan pertanyaan-pertanyaan kritis dari peserta forum yang bermuatan kritik dan saran atas pengejawantahan literasi, birokrasi, dan hubungannya satu sama lain. Bahkan, pembahasan mulai fokus terhadap kebobrokan Undang-undang yang ditetapkan pemangku kepentingan, seperti UU Ciptaker Omnibus Law, UU ITE, dan UU lainnya yang perlu pengkajian ulang.

Ketua Umum FLP Makassar, Tetta Sally mengatakan bahwa tema kali ini menjadi wadah berpikir pemuda untuk kritis membaca realitas terkini yang kian bobrok.

“Beberapa pemangku kebijakan menjadikan literasi saat ini sebagai senjata untuk menjatuhkan lawan, meraih kepentingan. Maka dari itu, pemuda harus kritis jangan apatis dengan memperbanyak sikap curiga pada setiap kebijakan-kebijakan adalah bagian dari proses literasi,”

Tambahnya, BILIK bukan sekadar ruang diskusi yang membicarakan satu isu, tetapi menguliti dan mengorek inti terdalamnya untuk didalami dan ditelaah agar menjadi buah pikiran yang bisa menjadi bekal intelektualitas di masa mendatang.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *