sumber : Google

Karebaindonesia.id – Menjelang hari raya Idul Fitri 1442 Hijriah. Konflik antara Palestina dengan Israel kembali memanas

Bermula dari upaya Israel menggusur paksa warga Palestina yang bermukim di Sheikh Jarrah, Yerusalem Timur, warga pemukiman tersebut pun merespons dengan unjuk rasa. Namun dibalas dengan blokade oleh polisi Israel dan ancaman pengusiran kepada siapapun yang terlibat unjuk rasa.

Aksi unjuk rasa direspons Israel dengan memasang blokade polisi dan melakukan pengusiran. Ketegangan semakin meningkat pasca-kerusuhan yang terjadi di Masjid Al Aqsa, Jumat (7/5/2021) malam.

Saaat itu polisi Israel membubarkan warga Palestina yang tengah melaksanakan shalat tarawih. Berikutnya, pada Senin (10/5/2021), faksi Hamas di Jalur Gaza menembakkan roket ke arah Tel Aviv dan sejumlah wilayah Israel lainnya, sebagai respons atas tindakan Israel di Yerusalem.

Serangan roket Hamas itu dibalas Israel dengan membombardir Jalur Gaza menggunakan jet tempur, yang mengakibatkan kerusakan bangunan dan korban jiwa. Israel hingga Kamis (13/5/2021) masih melakukan serangan udara ke Gaza.

Sumber : Google

Bagaimana sebenarnya sejarah konflik Israel dan Palestina?
Mengutip histori, segalanya bermula dari kelahiran gerakan zionis pada akhir abad XIX di kalangan Yahudi yang tinggal di wilayah Kekaisaran Rusia.P ada waktu itu, kaum Yahudi di Kekaisaran Rusia mendambakan berdirinya sebuah negara Yahudi, di mana mereka bisa tinggal dengan damai tanpa persekusi.

Pada 1896, Theodor Herzl, seorang jurnalis Yahudi-Austria merilis pamflet berjudul “Negara Yahudi”. Menurut Theodor Herzl, berdirinya negara Yahudi adalah satu-satunya cara untuk melindungi kaum Yahudi dari persekusi dan anti-Semitisme. Herzl kemudian menjadi pemimpin gerakan Zionisme dan menggelar Kongres Zionis pertama di Swiss pada 1897.

Gerakan zionisme tidak langsung memilih Palestina sebagai tempat berdirinya negara Yahudi. Sejumlah lokasi sempat dipertimbangkan seperti Uganda dan Argentina.

Namun, kaum Zionis akhirnya memilih Palestina berdasarkan keyakinan bahwa tanah tersebut adalah Tanah Suci yang dijanjikan bagi bangsa Yahudi oleh Tuhan.

Pasca-keruntuhan Kesultanan Ottoman (1914), Kerajaan Inggris mengambil alih kekuasaan atas tanah Palestina, sebagai bagian dari perjanjian Sykes-Picot (1916).

Perjanjian tersebut merupakan kesepakatan antara imperium Inggris dan Perancis, yang sepakat untuk membagi wilayah Timur Tengah berdasarkan kepentingan mereka.

Pada 1917, sebelum dimulainya Mandat Inggris (1920-1947) atas Palestina, Inggris mengeluarkan Deklarasi Balfour.M elalui deklarasi tersebut, Inggris berjanji akan memberikan sebuah “rumah” bagi kaum Yahudi di tanah Palestina.

Mulai 1919, dengan dibantu Inggris, gelombang demi gelombang imigran Yahudi mulai memasuki tanah Palestina. Antara 1922 dan 1935, populasi Yahudi di Palestina meningkat dari semula 9 persen menjadi hampir 27 persen dari total populasi.

Sebelumnya, pada 1880 sudah ada komunitas Yahudi yang tinggal di Palestina. Mereka dikenal dengan sebutan Yishnuv dan menyumbang tiga persen dari total populasi Palestina. Berkebalikan dengan kaum Yahudi Zionis yang masuk ke Palestina, kaum Yahudi Yishnuv tidak pernah menginginkan berdirinya negara Yahudi di Palestina.

Masjid Al Aqsa di Yerusalem

Terus bertambahnya kaum Yahudi yang memasuki Palestina, membuat warga Palestina pada tahun 1936 melancarkan pemberontakan terhadap Inggris yang mendukung terciptanya koloni Zionis di Tanah Air mereka.

Pemberontakan pertama terjadi di Timur Tengah Inggris menghancurkan pemberontakan yang berlangsung hingga 1939 itu. Mereka menghancurkan sedikitnya 2.000 rumah warga Palestina, dan memasukkan 9.000 warga Palestina ke kamp konsentrasi, di mana mereka diinterogasi dan disiksa.

Pasca-pemberontakan itu, pemerintah Inggris, khawatir akan meletusnya kekerasan antara Palestina dan Zionis. Inggris kemudian mencoba membatasi imigrasi kaum Yahudi Eropa menuju Palestina.

Pada 1944, beberapa kelompok bersenjata Zionis menyatakan perang terhadap Inggris karena mencoba membatasi imigrasi Yahudi ke Palestina, sedangkan saat itu kaum Yahudi tengah mencoba melarikan diri dari Holocaust. Organisasi paramiliter Zionis melancarkan sejumlah serangan terhadap Inggris.

Serangan paling terkenal adalah pemboman King David Hotel pada 1946, yang menewaskan 91 orang. Pada awal 1947, pemerintah Inggris akhirnya mengakui bahwa mereka telah melakukan kesalahan dalam menangani permasalahan di Palestina.

Inggris kemudian menyerahkan masalah Palestina kepada Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan mengakhiri proyek kolonialnya di sana. Pada 29 November 1947, PBB mengadopsi Resolusi 181, yang merekomendasikan pembagian Palestina menjadi dua negara, yakni negara Yahudi dan Palestina.

Saat itu, kaum Yahudi di Palestina merupakan sepertiga dari populasi dan memiliki kurang dari enam persen dari total luas tanah. Namun, di bawah rencana pembagian PBB, mereka dialokasikan 55 persen dari tanah, meliputi banyak kota utama dan garis pantai penting dari Haifa ke Jaffa.

Pembagian yang tidak seimbang itu membuat bangsa Palestina menolak proposal dari PBB. Tidak lama setelah pengadopsian Resolusi 181 oleh PBB, pecah perang antara bangsa Palestina dengan kaum Zionis Israel.

NEGARA ISRAEL BERDIRI
Melansir History, Pada 14 Mei 1948, di Tel Aviv, Ketua Badan Yahudi David Ben-Gurion memproklamasikan berdirinya Negara Israel. Dalam proklamasi itu, Ben-Gurion juga menjadi perdana menteri pertama Israel.

Pada saat bersamaan, gemuruh senjata terdengar dari pertempuran yang pecah antara Zionis Israel dengan bangsa Palestina yang dibantu negara-negara Arab.

Menyusul proklamasi itu, gabungan negara-negara Arab mulai dari Mesir, Yordania, Suriah, Lebanon, dan Irak, menggempur Zionis Israel. Meski demikian, pasukan paramiliter Zionis Israel yang telah dilatih oleh militer Inggris, serta berpartisipasi dalam Perang Dunia II, mampu membuktikan ketangguhannya.

Pada 1949, gencatan senjata yang ditengahi oleh PBB membuat Negara Israel memiliki kendali permanen atas wilayah yang ditaklukkan itu.

Selama perang, ratusan ribu bangsa Palestina meninggalkan Tanah Air mereka karena upaya pembersihan etnis yang dilakukan kaum Zionis Israel. Dalam upaya merebut kembali Palestina, pada 1967, gabungan negara-negara Arab kembali menyerang Israel.

Namun, dalam perang yang terkenal dengan sebutan Perang Enam Hari itu, Israel justru berhasil memperluas wilayahnya dengan mencaplok wilayah Yordania, Mesir, Suriah, Kota Tua Yerusalem, Semenanjung Sinai, Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Dataran Tinggi Golan.

Pada 1979, Israel dan Mesir menandatangani perjanjian perdamaian bersejarah, di mana Israel mengembalikan Sinai dengan imbalan pengakuan dan perdamaian Mesir.

Israel dan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) kemudian menandatangani perjanjian perdamaian besar pada tahun 1993, yang menyepakati berdirinya pemerintahan Palestina secara bertahap di Tepi Barat dan Jalur Gaza.

Namun, proses perdamaian Israel-Palestina berjalan lambat, dan pada tahun 2000 hingga sekarang, pertempuran demi pertempuran terus terjadi di Palestina.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Menilik Akar Konflik Palestina-Israel”.

Penulis : Jawahir Gustav Rizal

75 thoughts on “Menilik Awal Mula Konflik Israel Palestina: dari Gelombang Imigran Zionis Yahudi, hingga Jalan Panjang Perdamaian”
  1. Hello there! I know this is kinda off topic but I was wondering which blog platform are you using for this website?
    I’m getting fed up of WordPress because I’ve had problems with hackers and I’m
    looking at alternatives for another platform.
    I would be fantastic if you could point me in the
    direction of a good platform.

  2. whoah this blog is fantastic i really like reading your articles.
    Stay up the great work! You know, many individuals are
    hunting around for this information, you could aid them greatly.

  3. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as though you relied on the video to maake your point.
    You obviously know what youre talking about, why throw away
    yolur intelligence on just posting videos to yiur site
    when you could bee giving us something enlightening to read?

    web page

  4. Today, while I was at work, my sister stole my apple ipad and tested to see if it
    can survive a thirty foot drop, just so she can be a youtube
    sensation. My iPad is now broken and she has 83 views.
    I know this is totally off topic but I had
    to share it with someone!

  5. obviously like your website however you need to check the spelling on quite a few of your posts.
    Several of them are rife with spelling problems and I to find
    it very bothersome to inform the reality then again I will definitely come again again.

  6. Do you mind if I quote a few of your articles
    as long as I provide credit and sources back to your website?
    My blog is in the exact same area of interest
    as yours and my users would genuinely benefit from a lot of the information you
    provide here. Please let me know if this okay with you.

    Cheers!

  7. I’m really enjoying the theme/design of your web site.
    Do you ever run into any web browser compatibility issues?
    A few of my blog visitors have complained about my blog not operating
    correctly in Explorer but looks great in Opera. Do you have any
    solutions to help fix this problem?

  8. Sweet blog! I found it while browsing on Yahoo News. Do you have any tips on how to get listed in Yahoo News?

    I’ve been trying for a while but I never seem to get there!
    Thanks

  9. I need to to thank you for this excellent read!!

    I definitely enjoyed every little bit of it. I’ve got you saved as a
    favorite to look at new things you post…

  10. Wow that was strange. I just wrote an extremely long comment but after I clicked submit my comment
    didn’t appear. Grrrr… well I’m not writing all that over again. Anyhow, just
    wanted to say superb blog!

  11. Thank you for the auspicious writeup. It in fact was a amusement account it.
    Look advanced to far added agreeable from you! However, how could
    we communicate?

  12. Hmm is anyone else encountering problems with the images on this
    blog loading? I’m trying to figure out if its a problem on my end or if it’s
    the blog. Any feedback would be greatly appreciated.

  13. Hello, Neat post. There is an issue with your web site in web explorer, could test this?
    IE still is the market chief and a large component
    to other folks will omit your wonderful writing because
    of this problem.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi