karebaindonesia.id – Forum Lingkar Pena (FLP) Cabang Makassar mengadakan diskusi virtual dalam Bincang Literasi Kritis (BILIK) dengan tema “Menulis: Merdeka ataukah Bahaya?” via Zoom pada Kamis, 16 Juli 2020 kemarin.

Sebanyak 23 peserta berpartisipasi mengikuti diskusi yang dibawakan oleh dua narasumber, yaitu Ilmiawan dan Ahmad Akbar dengan perspektif dan persepsi masing-masing terkait tema yang diangkat. Diskusi yang dimoderatori oleh Rani Laylatul Fitria ini memaparkan eksistensi penulis di era modern yang terbuka dan mudah dalam mengakses tulisan berupa informasi, berita, dan hal lainnya.

Dua narasumber dalam pemaparannya mengarah pada banyak problematika seorang penulis. Menurut Ilmiawan, penulis saat ini berada dalam fase kehati-hatian dalam menuliskan sesuatu, karena ada UU ITE mengikat ruang gerak penulis agar tak menyelewengkan ke hal-hal yang keliru dalam menyebarkan sesuatu yang ditulisnya. Sedangkan menurut Ahmad Akbar, seorang penulis bebas menuliskan ide atau gagasannya, tapi ada koridor syarat yang sistematis yang harus ditaati para penulis agar tulisannya tak mengundang kontroversi di tengah masyarakat.

Tetta Sally selaku Ketua Umum FLP Cabang Makassar mengapresiasi diskusi ini sebagai upaya membangkitkan kesadaran berintelektual untuk para calon penulis masa depan. “Menjadi penulis harus mengerti posisi. Kajian virtual ini penting untuk mengkaji posisi kita sebagai penulis saat ini seperti apa. Tentunya, sesuai tujuan dan cita-cita organisasi tercinta, Forum Lingkar Pena. Bagaimana menjadikan diri sebagai penulis yang dapat mencerahkan, bukan menyesatkan.” Ujar Tetta Sally sekaligus menyimpulkan perihal kegiatan tersebut.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *