TDA Jentago dalam rapat Press conference Pesta Wirausaha Desa (Cafe Umbo, Takalar 28/3/2021)

Takalar-karebaindonesia.id--Komunitas Tangan Di Atas Jenoponto, Takalar dan Gowa (TDA Jentago) melakukan Press Conference persiapan Pesta Wirausaha yang dilaksanakan Sore hari pukul 15.00 WITA di Umbo Coffee Shop Takalar, Minggu (28/3).

Sedikit mengenal komunitas TDA ialah komunitas wirausaha terbesar di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 2006. Yang usianya sudah menginjak 15 tahun. Artinya komunitas tak diragukan bagi para pelaku UMKM yang mau menambah relasi dan pengetahuan untuk meningkatkan bisnisnya.

Begitu pun dengan TDA daerah Jeneponto, Takalar dan Gowa yang telah memiliki 284 member dari berbagai jenis dan latar belakang usaha yang pada awalnya berdiri pada tahun 2018 berjumlah 15 member saja. Dengan demikian komunitas ini semakin bertambah pelaku UMKMnya.

Dengan adanya Pesta Wirausaha yang berkonsep desa ini dapat memberikan kemandirian dan membentuk Mindset (pola pikir) kewirausahaan di masyarakat desa, khususnya pemuda dan pengelola Bumdes serta remaja masjid. Tentu akan memberikan pemerataan jumlah UMKM yang dihasilkan TDA Jentago tak hanya di daerah kota saja tapi bisa sampai pula ke wilayah desa.

Pemaparan konsep Pesta Wirausaha Desa, Pengurus TDA Jentago

Jika TDA Jentago berhasil menyelenggarakan pesta Wirausaha berkonsep desa, maka ini akan menjadi konsep baru dan pertama kalinya hadir komunitas TDA. Sehingga TDA yang ada di pelbagai daerah dapat mengadopsi konsep ini.

Ketua TDA Jentago,Wahyu Mas’ud mengatakan, gelaran Pesta Wirausaha Desa ini akan kami gelar di Kabupaten Takalar, sebagai bagian dari wilayah TDA, tentu Takalar kita harapkan melahirkan pengusaha-pengusaha di desa dan mendorong pemajuan ekonomi desa.

“Takalar kami jadikan tuan rumah pertemuan para pengusaha di tiga kabupaten, kami berharap kehadiran TDA mampu menjadi pendorong dalam pemajuan ekonomi desa, juga mampu mendorong tercapainya SDGs Desa” Tuturnya.

Sementara Ahmad Syam, Ketua Panitia Pesta Wirausaha Desa menambahkan jikalau sinergi dan kolaborasi kami harapkan dari seluruh elemen, baik pemerintah daerah, pemerontah desa, bumdes, komunitas dan sebagainya. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *