Jakarta, karebaindonsia.id – Mark Sungkar, Aktor yang juga pengusaha serta mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Triatlon Indonesia (PPFTI) angkat bicara terkait tudingan dan juga berbagai opini yang menyudutkan dirinya.

Melalui Kuasa Hukumnya, Dr. Fahri Bachmid memberikan informasi yang berimbang kepada publik terkait kasus yang menjerat kliennya Mark Sungkar dengan tuduhan merugikan uang negara senilai ratusan juta rupiah.

“Klien kami selaku pimpinan dalam PPFTI pada 2015-2019. Proposal kegiatan diajukan secara professional kepada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) untuk keperluan Pelatnas Prima Triathlon Indonesia (Asian Games Indonesia 2018), bertanggal 29 November 2017. Kami ingin meluruskan yang berkembang pemberitaan ini, bahwa telah terjadi distorsi yang telah mengarah pada penggiringan opini yang berpotensi menyudutkan nama baik klien kami. Untuk kepentingan itu kami mendudukan persoalan ini pada konteks yang tepat dan proporsional,” tegas Fahri Bachmid, Rabu (3/3/2021).

Lebih lanjut dia katakan, selama proses perjalanan kegiatan tersebut, seandainya Asisten Deputi Olahraga Prestasi tidak ingkar janji/wanprestasi, maka Surat perjanjian/MOU Pasal 7 nomor 1.a yang menyatakan bahwa setelah surat perjanjian ditandatangani Pihak PPFTI akan menerima pembayaran sebesar 70%. Namun realisasinya, dana (SENGAJA) baru ditransfer pada hari lomba dimulai. Ini kenyataan dan faktanya.

Ironisnya, hal itu pun tanpa pemberitahuan kepada Mark Sungkar. Karena itulah, aneh kiranya jika PPFTI dituding tak taat aturan dan laporan fiktif, di sisi lain menurut Sita (penanggjawab dan mengurus laporan keuangan dibantu oleh Ricky) lamanya laporan hingga tak kunjung selesai juga disebabkan bagian keuangan Armand sampai dengan 5 Oktober 2018 belum bisa menyerahkan bukti pengeluaran biaya-biaya TC di Jawa Timur (Jatim).

“Justru etikad baik klien kami yang putuskan untuk membantu penyelesaiannya dengan mengundang pihak PPFTI Pusat (Sita & Ricky) dan pihak Arman yang diwakili oleh dua orang bagian keuangan. Saat itulah pertama kali Klien kami mengetahui Juknis Anggaran setelah paparan oleh sdr. Ricky. Bahwa setelah sama-sama mencermati Juknis Anggaran, perwakilan dari Armand meminta waktu dua minggu untuk menyelesaikan laporannya. Tetapi kemudian, sdri. Sita melaporkan bahwa Sebagian laporan baru diterima olehnya 19 hari (24 Oktober 2019) setelah pertemuan. Jadi, tak mungkin ada asap jika tak ada api, ada semacam keadaan yang sifatnya kausalitas dalam konteks itu,” lanjut Fahri Bachmid.

Lanjutnya lagi, bahwa mengenai tertundanya pembayaran, hal serupa juga terjadi saat Test Event Road To Asian Games 2017. Yang seharus nya 70% (Rp. 729.000.000) sudah diterima oleh PPFTI paling lambat bulan April, namun dengan berbagai alasan, MOU baru disodorkan untuk ditandatangani dua hari sebelum
Kejuaraan Asian Triathlon Championship dimulai, dan uang baru dicairkan 15 jam sebelum acara dimulai. ini merupakan hal yang sangat eksentrik, jika negara tidak sungguh-sungguh mengelola sektor keolaragaan seperti ini.

Fahri Bachmid menilai, negara seperti mempersulit pencairan dana dan juga laporan pun dipersulit dengan berbagai cara. Antara lain, berkas yang sudah diserahkan dikatakan belum diterima ataupun terselip dan minta untuk dikirim ulang dan lain-lain. Proses pun berjalan sangat lama. Akibatnya diisukan bahwa Ketua Umum PPFTI dalam hal ini Mark Sungkar tidak kooperatip dan sulit dihubungi. Dan Team Likwidasi yang menangani kasus yang tidak terselesaikan, meminta pertanggunjawaban dari Ketum PPFTI melalui wawancara secara langsung, dan setelah tiga kali pertemuan, Team likwaidasi justru menyatakan hal yang membuat Kliennya terkejut dan terharu, yaitu dengan kalimatnya Bahwa “Mark Sungkar” anda selama ini ternyata telah dikriminalisasi.

Setelah itu, keluarlah surat dari Team Likwidasi tanggal 17 Juni 2019 kepada Inspektorat Kemenpora RI dan LPDUK Kemenpora RI dengan Perihal: Penyelesaian Tunggakan Pembayaran kepada Pimpinan Pusat FTI yang jumlahnya sebesar Rp. 562.310.000,-, dengan produk surat itu menandakan bahwa pada prinsipnya Negara melalui Kemenpora wajib membayar kepada PPFTI dalam jumlah tersebut.

“Setelah satu bulan tidak ada tanggapan dari kedua instansi tersebut, Klien kami diminta untuk mengirim surat menanyakan perihal tersebut, namun sampai dengan hari ini tidak ada etikad baik untuk membayar ataupun untuk merespons hal yang menjadi kewajiban negara kepada kliem kami. Lalu siapa yang berhutang?,” tandasnya.

Prinsip pengunaan anggaran sebagai bagian dari sistem pertanggung jawaban pengunaan keuangan telah sesuai dengan peruntukan dalam sebagaimana telah diatur dalam JUKNIS, yaitu untuk membayar honorarium Atlet, Pelatih, Manager dll, Namun karena dianggap tidak sesuai peruntukan maka seluruh dana yang telah diterima Rp. 694.900.000 diharuskan untuk dikembalikan, Dengan kata lain , perjuangan mereka untuk Merah Putih tidak/belum dibayar, walaupun keringatnya sudah kering. Jumlah Rp. 399.700.000 pun dibayarkan untuk honor Wakil Kapanpel Pertandingan, test event 2017, Wakil Kapanpel Venue Test Event 2017 dan yang lain yang belum menerima haknya.

“Sekali lagi, yang berhutang ini siapa jadinya? Dalam perkara ini, Klien kami (Mark Sungkar) telah menjadi tumbal atas sebuah kebijakan yang bertendensi kriminalisasi serta korban kebobrokan Managemen Kemenpora pada saat itu,kami berharap agar proses Peradilan yang sedang berlangsung pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta Pusat yang mengadili perkara ini dapat berjalan secara objektif dan imparsial, agar kebenaran materil dan substantif dapat ditegakan, dan pada sisi yang lain tentunya linier untuk tercapainya keadilan bagi pihak Mark Sungkar,” tutup Fahri Bachmid.

11 thoughts on “Merasa Dikriminalisasi Kemenpora, Mark Sungkar Berikan Bukti Haknya Belum Dibayar”
  1. My spouse and I stumbled over here from a different page and thought I may as
    well check things out. I like what I see so i am
    just following you. Look forward to checking out your
    web page for a second time. 0mniartist asmr

  2. I blog frequently and I really appreciate
    your content. This article has really peaked my
    interest. I am going to book mark your site and keep checking for new information about once per
    week. I subscribed to your RSS feed too. 0mniartist asmr

  3. Hey there! I know this is kinda off topic but I was wondering
    which blog platform are you using for this site? I’m getting tired of WordPress
    because I’ve had problems with hackers and I’m looking at
    options for another platform. I would be awesome if you could point me
    in the direction of a good platform. 0mniartist asmr

  4. I’ve been exploring for a little for any high-quality articles or weblog posts in this sort of house .
    Exploring in Yahoo I finally stumbled upon this website. Studying this information So i am happy to
    show that I’ve an incredibly good uncanny feeling I found out exactly what I needed.
    I most surely will make sure to don?t forget this
    web site and provides it a glance on a continuing basis.
    0mniartist asmr

  5. Thanks for finally writing about > Merasa Dikriminalisasi Kemenpora, Mark Sungkar
    Berikan Bukti Haknya Belum Dibayar – karebaindonesia.id < Loved it!

  6. After checking out a few of the blog posts on your web site, I seriously appreciate
    your way of blogging. I saved as a favorite it
    to my bookmark website list and will be checking back soon. Please visit
    my website as well and tell me what you think.

  7. Ahaa, its pleasant discussion on the topic of this post here at this website, I have read all that, so at this time me also commenting here.

  8. When I originally commented I clicked the “Notify me when new comments are added”
    checkbox and now each time a comment is added I get
    three e-mails with the same comment. Is there any way you can remove people from that service?
    Thanks!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *