Makassar, Karebaindonesia.id — Transformasi Memori Zaman : Arsip Digital sebagai Alternatif Sumber Pembelajaran dan Penelitian Sejarah. Itulah tema dari bimbingan teknis kearsipan yang diselenggarakan oleh Ahmad Subair, M.Pd peserta Latsar CPNS Kemendikbud (LAN-RI) dalam rangka aktualisasi di lingkungan kerja Universitas Negeri Makassar. Bimbingan teknis ini menyasar mahasiswa terutama dari prodi Pendidikan Sejarah.

Tujuan dari diselenggarakan kegiatan ini untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa bagaimana upaya dalam mencari sumber terutama mengakses sumber arsip di tengah keterbatasan ruang gerak di masa pandemi Covid-19.

Bimbingan teknis kearsipan ini berlangsung via zoom (virtual) selama dua hari, yakni sejak 11-12 Agustus. Pada hari pertama menampilkan Dr. Bahri, M.Pd (Ketua Prodi Pend. Sejarah UNM) dan Abd. Karim, S.Pd., M.Hum (Dosen IAIN Pare-Pare). Sedangkan pada hari kedua akan menampilkan Dr. Andi Suriadi Mappangara, M.Hum (Kepala Lab. Sejarah & Budaya FIB UNHAS) dan Dosen Pendidikan Sejarah UNM Ahmad Subair, M.Pd. Selama dua hari, kegiatan ini dipandu oleh Adil Akbar, M.Pd (Staf Pengajar SMPN 3 Pallangga).

Bimbingan Teknis Kearsipan yang Terselenggara Secara Virtual (Istimewa)

Di dalam sambutannya, Dr. Bahri, M.Pd ketua Program Studi Pendidikan Sejarah UNM berharap kegiatan ini membuka cakrawala berpikir mahasiswa, terutama mereka yang dalam tahap penyelesaian studi.

“Saya berharap kegiatan ini memberikan manfaat kepada mahasiswa Prodi Sejarah UNM, terutama mereka yang dalam tahap penyelesaian studi agar lahir skripsi yang memiliki kadar illmiah bermutu. Di sisi lain dengan adanya karya ilmiah bermutu akan melahirkan sumber daya manusia, dalam hal ini guru sejarah yang mempuni.”

Selain memberikan sambutan, Dr. Bahri, M.Pd juga memaparkan materi berjudul ‘Rancangan Strategis dan Tantangan Pendidikan Sejarah’. Di dalam paparannya, Dr. Bahri, M.Pd menyatakan pentingnya pengembangan sumber daya manusia agar lulusan perguruan tinggi termasuk di dalamnya Prodi Pendidikan Sejarah UNM mampu bersaing baik di skala lokal, nasional, bahkan internasional.

Adapun Abd. Karim, S.Pd., M.Hum memaparkan materi berjudul ‘Bimbingan Teknis Cara Memperoleh Arsip Digital’. Di dalam paparanya ia menyampaikan bahwa kunci utama dari memeroleh arsip digital adalah keuletan, kesabaran, dan telaten.

“Arsip itu ditemukan, olehnya itu dalam mencari arsip kita perlu ulet, telaten dan sabar dalam membaca arsip, selain itu seorang dituntut telaten terutama dalam mengakses layanan penyedia arsip. Satu hal yangcukup penting bagi seorang mahasiswa adalah menguasai atau setidaknya sedikit paham bahasa asing terutama bahasa Belanda, mengingat bangsa ini dijajah oleh Belanda dan tentunya arsip-arsip tentang bangsa ini menggunakan bahasa Belanda.”

16 thoughts on “Merawat Ingatan Arsip, Dosen Muda UNM Gelar Bimbingan Teknis”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi