Takalar, karebaindonesia.id – Kesadaran akan pentingnya mempertemukan pemilik kebijakan dan masyarakat sehingga benang merah dari akar masalah yang dirasakan oleh para petani selama era pandemi menjadikan sebuah alasan bagi Pakalawaki Institute untuk hadir menggelar diskusi bersama petani dengan mengangkat tema, “Pengembangan Pertanian Sebagai Jalan Pemulihan Ekonomi di Masa Pandemi,” di Desa Balangtanaya, Sabtu (06/03/2021).

Turut hadir pada kegiatan ini, Bupati Takalar yang dalam hal ini diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Takalar, Wakil Bupati Kabupaten Takalar, Anggota DPRD Kabupaten Takalar, Fadel Achmad, dan Ahmad Jais, Kepala desa Balangtanaya, Indra Jaya Indar selaku Pengurus KNPI Suslel, Sekretaris DPP Pemuda Tani HKTI Sulsel, PPL Desa Balangtanaya, para Tokoh Pemuda, Tokoh masyarakat, dan lapisan masyarakat Desa Balangtanaya.

Direktur Pakalawaki Institute, Rahmat Damar.

Direktur Pakalawaki Institute, Rahmat Damar menuturkan melalui diskusi ini harapkan kami, ini menjadi jembatan antara komunitas dan masyarakat juga pemerintah.

“Kemudian, kami harap dengan adanya diskusi ini akan melahirkan gagasan baru terhadap perubahan pertanian di Desa Balangtanaya,” tegas Damar.

Sementara itu Amiruddin selaku PLT Kepala Desa Balangtanaya pada sambutannya, sangat mengapresiasi usaha yang telah diupayakan oleh Pakalawaki Institute sehingga agenda diskusi bersama petani ini dapat terlaksana.

“Waktu itu hari pertama saya menjalankan tugas sebagai PLT Kepala Desa, adek-adek dari Pakalawaki Institute menemui saya dan menjelaskan mengenai kegiatan ini. Tanpa pikir panang saya acc kegiatan yang mereka ajukan, karena ini bisa menjadi solusi terhadap masalah yang kerap didapati oleh para petani di Desa ini,” tutur Amiruddin.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan hal yang senada. Bahkan dia mengajak para milenial menciptakan pendapatan di era covid ini. Tidak usah dulu yang besar, kata dia. Kita mulai dari yang kecil dulu. Dalam hal ini bisa di awali dengan peternakan, seperti ayam, kambing, sapi, maupun rusa.

“Ada banyak peluang usaha jika kita cerdas dalam melihat peluang, tergantung kita mami bagaimana memanfaatkan peluang tersebut,” jelas Kepala Dinas Pertanian Takalar.

Lanjut kata dia, Kawalaki maknanya luas, jangan sampai karena memakai bahasa Makassar maka kita justru menertawakannya. Sekali lagi saya tegaskan artinya luas, bisa diartikan, rawat, menjaga, maupun, pelihara. Jadi, bisa ditarik kesimpulannya, peliharah kesuksesannya, hubungannya, programnya, agar tetap tercapai cita-cita kita untuk mensejahterahkan masyarakat, khususnya di Desa kita, Desa Balangtanaya.

Wakil Bupati Takalar, yang bertindak sebagai Ceynote Speaker mengungkapkan harapannya kepada Pakalawaki Istitute, sangat besar harapannya terhadap lembaga tersebut dalam memajukan para petani di Desa Balangtanaya.

“Saya harap kehadiran Pakalawaki bisa menjadi motor perubahan para petani, memakmurkan para petani dengan program-programnya,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *