karebaindonesia.id,- Covid-19 belum usai dan semakin banyak orang yang terindikasi positif. Namun kali ini, pemerintah mengeluarkan peraturan “New Normal” atau tatanan kehidupan baru. Peraturan tersebut dijalankan dan diterapkan dengan baik masyarakat sebagai upaya pencegahan dan penanggulangan Covid-19. Selain itu, New Normal diterapkan sebagai upaya stimulus ekonomi negara yang mengalami penurunan dan mengkhawatirkan pembangunan kemajuan negara.

Pada kalangan masyarakat, “New Normal” dianggap sebagai pintu untuk beraktivitas di luar rumah, seperti berwisata. Berdasarkan pengamatan dan informasi yang beredar, masyarakat kian berbondong-bondong untuk mengunjungi destinasi wisata yang ingin mereka habiskan bersama keluarga.

Pandemi kali ini bukan permainan untuk dinyatakan sebagai wacana saja, tapi ini adalah peringatan bagi sebagian orang dalam menjaga kesehatan. Kita tidak pernah tahu dimana kita akan terpapar, dan bahkan kita tidak akan menyadari bahwa kemungkinan tempat-tempat yang dikunjungi berdampak besar bagi penularan Covid-19.

Semenjak diberlakukannya “New Normal”, orang-orang tidak mempunyai telinga sama sekali untuk mendengar agar menghindari keramaian. Mereka hanya bersikap biasa saja dan mengatakan bahwa mereka bisa berjalan kemana saja, karena di daerahnya belum ada kasus positif Covid-19. Pemikiran seperti itulah yang membuat pemerintah bahkan tenaga medis merasa kecewa dan tidak mendapatkan penghargaan bagi masyarakat.

Aparat kepolisian dan jajarannya saja, ketika menciduk beberapa masyarakat yang masih mengunjungi tempat wisata sudah tak dihiraukan. Masyarakat hanya akan pulang dari tempat wisata ketika aparat kepolisian dan jajarannya menghampiri dan menegur mereka, seperti tidak memakai masker atau tidak menjaga jarak fisik. Namun beberapa saat kemudian, masyarakat atau wisatawan kembali datang lagi setelah aparat kepolisian pergi dari hadapan mereka. Sungguh miris dan terbilang tak menghargai. Meski demikian, orang yang sadar akan pentingnya dalam menjalankan protokol kesahatan pun tidak pernah lelah dalam menjalankan apa yang telah diterapkan. Bahkan, orang yang sadar akan hal ini juga ingin merasakan kehidupan yang seperti dulu.

Tapi untuk kali ini, sebagai masyarakat yang baik dan sadar seharusnya bisa menerapkan apa yang telah disampaikan oleh pemerintah. Karena, tidak ada orang yang ingin merasakan kondisi seperti ini. Tidak ada pula orang yang ingin segalanya harus dikerjakan di rumah saja hingga sekolah, kampus, kantor, atau tempat-tempat publik ditutup. Segalanya membutuhkan kesadaran, menjalankannya dengan hati yang ikhlas, dan berdoa agar pandemi ini segera usai. Jauhi sifat egois yang hanya ingin mementingkan diri sendiri dan tidak memerdulikan orang lain yang berada di sekitar.

Sumber Gambar: Pinterest

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *