karebaindonesia.id,- Hampir seluruh dunia fokus pada penanganan Covid-19, ada beberapa negara sudah normal kembali ada juga masih dalam proses pemulihan dengan istilah proses adaptasi baru dengan menggunakan protokol kesehatan dalam lingkungan sehari-hari. Hampir seluruh dunia menerapkan cara yang sama dalam protokol kesehatan menghadapi Covid-19.

Kewajiban mengenakan masker bagi masyarakat dan juga beberapa alat pelindung diri berbahan karet dan plastik seperti sarung tangan untuk tenaga medis dan masker sekali pakai mengakibatkan volume sampah medis meningkat. Hal ini menjadi perhatian beberapa pemerhati lingkungan dan lembaga terkait.

Seperti tayangan YouTube yang dirilis BBC News Indonesia (10/7/2020) menunjukkan adanya peningkatan sampah plastik berupa masker dan sarung tangan yang mengotori laut dan pantai. Menurut lembaga Ocean Conservation mengatakan bahwa sejak pandemi melanda ada sekitar 129 miliar sampah berupa masker sekali pakai dan 65 miliar sarung tangan plastik yang dibuang secara sembarangan sehingga sampai di laut dan pantai.

“Sampah sudah menjadi masalah dunia sebelum pandemi, namun kondisi semakin parah ketika pandemi Covid-19 karena sampah yang dihasilkan cukup besar ditemukan beberapa laut dan garis pantai yang cukup membahayakan kehidupan ekosistem laut,” Ujar Doug Cress selaku wakil Ocean Conservation.

Masalah ini tidak bisa dibiarkan karena ia menemukan kondisi ini terjadi hampir diseluruh dunia sehingga dibutuhkan solusi dan kesadaran untuk membuang sampah medis seperti masker dan sarung tangan sekali pakai pada tempat yang disediakan.

Sumber Gambar: YouTube BBC News Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *