Oleh: Firdaus (Pegiat Literasi)

karebaindonesia.id – Selama kurang lebih setahun Pandemi merajai dunia maka aktifitas manusia sangat dibatasi, semua kegiatan diatur melalui jaringan internet. Hal inilah yang membuat sebahagian manusia bosan karena ada himbauwan pemerinta dilarang mudik demi menjaga penularan Virus Corona pada 6 Mei 2021.

Namun sebelum adanya himbauan dari pemerintah sebahagian manusia sudah lebih dulu meninggalkan kota perantauwan demi menghindari penutupan arus mudik. Tak hanya itu, Suasana Idulfitri sangat berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya, yang di mana ketika Idulfitri semua manusia saling berjabatan tangan sembari mengucapkan mohon maaf lahir batin, namun kali ini kalimat itu hanya bisa disampaikan melalui sambungan telepon.

Tak hanya Idulfitri dan arus mudik yang menjadi pembahasan kali ini melainkan bulan ramadan yang tidak semarak tahun-tahun sebelumnya, yang mana pada waktu itu Masjid ramai dan dimeriahkan dengan kegiatan-kegiatan Amaliah Ramadan.

Kini bulan mulia telah tiba yang dikenal dengan bulan ramadan sangat asing bagi umat Muslim karena tidak seperti tahun-tahun sebelumnya ketika Pandemi belum meresahkan manusia.
Ditahun sebelumnya semua umat Muslim bergembira jika bulan Ramadhan tiba pasalnya, mereka berharap di sinilah kami bisa berbuat amal saleh karena semua pahala kebaikan dilipat gandakan.

Berbeda dengan ramadan tahun ini yang mana semua kegiatan luar rumah diawasi dengan protokol kesehatan. Mulai dari jaga jarak, pakai masker, cuci tangan hingga dilarang berkumpul di suatu tempat yang lebih banyak. Hal inilah yang membuat sebahagian manusia merasa kaku atau waspada beraktifitas di luar rumah sehingga peluang menikmati indahnya ramadan kali ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Wahai ramadan masihka kita bertemu tahun depan, wahai Virus yang mewabah di dunia kapan engkau musna? Agar mat manusia bisa beraktivitas seperti sediakala. Pertanyaan ini hanya waktu yang bisa menjawab apakah waktu dekat atau waktu yang tidak ditentukan.

Maka dari itu segala sesuatu sebisa mungkin dipercepat utamanya bagi kawan-kawan yang ingin mudik, tak hanya mudik yang harus dipercepat nelainkan semua kesibukan sebaiknya dituntaskan dengan tepat waktu. Waktu adalah uang, waktu adalah kesempatan untuk berkarya terakhir waktu adalah modal terbaik dalam melakukan semua aktifitas selama itu kamu bisa.

16 thoughts on “Pandemi Tak Kunjung Usai, Keluarga Cemas Karena Tak Ada yang Mudik”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *