Makassar, karebaindonesia.id – Pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto dan Fatmawati Rusdi (Danny-Fatma) bertubi-tubi mendapat tudingan dan serangan dari kubu lawannya sejak pilwalkot berlangsung.

Bahkan saat ini, Danny Pomanto dilaporkan ke polisi oleh keluarga salah satu kandidat calon walikota Makassar setelah beberapa hari lalu, lembaga survei merilis riset terkait elektabilitas Danny-Fatma yang terus melejit jelang hari pencoblosan 9 Desember 2020 mendatang.

Ini bukan kali pertama pasangan Danny-Fatma dilaporkan ke polisi. Sebelumnya, Danny-Fatrma dilaporkan karena dugaan bagi-bagi sembako. Bahkan sampai beredar wacana bahwa Danny-Fatma akan didiskualifikasi di Pilwalkot Makassar.

Meski demikian, Danny-Fatma tidak terbukti sama sekali dari kasus yang dilaporkan kubu lawan. Maka Danny-Fatma lolos dari upaya untuk didiskualifikasi dan pihak kepolisian menghentikan proses hukum kasus tersebut.

Tak hanya itu, pasangan Danny-Fatma kembali mendapat berbagai tudingan hoaks dan fitnah yang diembuskan secara masif ke publik. Bahkan mengangkat isu SARA melalui selebaran yang dibagi ke tempat-tempat umum.

Namun, pihak Danny maupun Fatma menanggapi dengan sabar, tidak terprovokasi apalagi sampai membalas dengan memunculkan hoaks dan fitnah dan tetap konsisten menebar kebaikan.

Upaya kesabaran dan kedewasaan Danny-Fatma dalam berpolitik, mendapatkan apresiasi dari masyarakat. Hal itu dibuktikan dengan hasil survei terbaru lembaga profesional bahwa elektabilitas Danny-Fatma terus melejit di posisi pertama. Angkanya menembus 45,9%. Jauh mengungguli tiga pasangan lainnya.

Elektabilitas Danny-Fatma mengalami kenaikan sekitar 5% dari survei sebelumnya yang saat itu berada di kisaran 40%. Menjelang hari pencoblosan, pemilih yang dulunya belum menentukan pilihan, sebagian mulai mendukung Danny-Fatma.

“Salah satu yang membuat elektabilitas Danny-Fatma bertambah, karena pasangan ini konsisten di visi-misinya. Dan bisa jadi pasca-debat ketiga kemarin, swing voters sebagian bisa ke ADAMA,” kata Direktur Riset CRC, Muhammad Nur Hidayat saat diwawancarai pada Sabtu, 5 Desember 2020 kemarin.

Diketahui, di posisinya yang terus diunggulkan memenangkan Pilwalkot Makassar, kubu lain terkesan masih mencari cara untuk menghentikan laju kemenangan Danny-Fatma dengan bagaimana menurunkan elektabilitasnya.

Saat ini, Danny Pomanto dilaporkan ke Polda Sulsel terkait rekaman suara yang dituding memfitnah Mantan Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Padahal, rekaman yang beredar itu yang diduga suaranya mirip Danny Pomanto hanya mengulangi isu nasional tersebut. Mengingat, jauh sebelum suara ini beredar, perbincangan itu menjadi konsumsi elite nasional dan dibahas di warung kopi.

Jika suara tersebut benar berasal dari Danny Pomanto, maka Danny Pomanto bukan pada posisi sengaja menebar fitnah, akan tetapi mengutip konsumsi yang sudah menjadi pembahasan nasional itu.

Walau tudingan selalu dialamatkan ke Danny Pomanto, warga tak akan mudah percaya hal tersebuf. Sebab, Danny Pomanto sejak dahulu “ditarget” kubu lawan agar tidak maju atau digagalkan menjadi walikota Makassar kembali.Mengingat, Danny Pomanto dikenal sebagai pemimpin yang tak bisa berkompromi dengan siapa pun yang ingin merampas hak-hak rakyat.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *