Proses jalannya persidangan kasus jurnalis berita.news, Asrul.

Palopo, karebaindonesia.id – Sidang kedua kasus jurnalis berita.news, Asrul dengan agenda pembacaan ekspesi (penolakan) digelar pada hari Selasa (23/03/2021) sekira pukul 11. 00 WITA di PN Palopo.

Diketahui, kasus Asrul bermula pada 14 Juni 2019 lalu saat diadukan ke polisi dengan aduan pencemaran nama baik oleh Farid Karim Judas karena tiga berita dugaan korupsi yang dituliskannya di media online berita.news pada 10, 24, dan 25 Mei 2019.

Ketiga tulisan yang dipermasalahkan itu berjudul ‚ÄúPutra Mahkota Palopo Diduga “Dalang” Korupsi PLTMH dan Keripik Zaro Rp11 M”, tertanggal 10 Mei 2019, “Aroma Korupsi Revitalisasi Lapangan Pancasila Palopo Diduga Seret Farid Judas” tertanggal 24 Mei 2019, dan “Jilid Il Korupsi jalan Lingkar Barat Rp5 M, Sinyal Penyidik Untuk Farid Judas?” tertanggal 25 Mei 2019.

Pada 17 Desember 2019, Farid Kasim Judas membuat aduan yang tercatat dalam Laporan Polisi Nomor: LPB / 465/ XII / 2019 / SPKT. Polisi pun segera menindaklanjuti laporan itu dengan penangkapan.

Selanjutnya, 29 Januari 2020 pukul 13.05 WITA Muhammad Asrul dijemput paksa dari rumahnya oleh kepolisian. Selanjutnya dia dibawa ke Polda Sulawesi Selatan untuk dimintai keterangan tanpa didampingi oleh penasihat hukum. Muhammad Asrul mulai diperiksa dan menjalani BAP oleh penyidik sejak pukul 15.30 WITA sampai 20.30 WITA. Namun, begitu selesai menjalani BAP, Muhammad Asrul tidak diperbolehkan pulang. la langsung ditahan di Rutan Mapolda Sulsel selama 36 hari.

Tepat 16 Maret 2021, kasus Asrul mulai disidangkan. Jaksa mendakwa Asrul dengan pasal berlapis: 1. Berita bohong – pasal 14 UU No 1/1946 2. Ujaran kebencian – pasal 28 ayat 2 UU ITE 3. Pencemaran nama – pasal 27 ayat 3 UU ITE Ancaman pidana bagi Asrul bila terbukti terbukti, maksimal 10 tahun. Polisi dan Jaksa telah mengabaikan surat dari Dewan Pers yang menjelaskan berita yang ditulis Asrul adalah produk jurnalistik yang berhubungan dengan sengketanya lewat Dewan Pers dan bukan lewat pengadilan pidana.

Dalam persidangan tersebut, Asrul sudah didampingi Koalisi Pembela Kebebasan Pers: YLBHI-LBH Makassar, SAFEnet, dan KPJKB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *