Karebaindonesia.id,- Pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan penjualan paket pelatihan Kartu Prakerja secara resmi, Selasa (30/06/2020).

Keputuan itu tertuang dalam surat S-148/Dir-Eks/06/2020 yang ditandatangani oleh Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja Denni P. Purbasari.

Dalam surat tersebut, manajemen pelaksana menegaskan bahwa tidak menghentikan Program Kartu Prakerja. “Kartu Prakerja tetap berjalan, serta yang telah ditetapkan sebagai peserta Kartu Prakerja gelombang 1-3 tetap bisa mengikuti pelatihan hingga selesai dan teman-teman yang lain juga masih bisa mendaftar, yang diberhentikan adalah paket pelatihan prakerjanya,” ujarnya kepada awak media.

Terdapat beberapa point penting berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan pelaksana Program Kartu Prakerja diantaranya.

Pertama, beberapa mitra platform digital membuat dan menawarkan produk paket pelatihan yang terdiri dari beberapa jenis atau kelas pelatihan yang telah diselenggarakan oleh satu atau beberapa lembaga pelatihan masing-masing platform.

Kedua, tidak ada mekanisme yang dapat memastikan bahwa setiap peserta yang mengambil atau membeli paket pelatihan menyelesaikan seluruh jenis atau kelas pelatihan tersebut.

Ketiga, sebagai akibatnya, tidak ada laporan mengenai penilaian peserta pelatihan terhadap instruktur, sarana prasarana dan program pelatihan untuk satu atau beberapa jenis kelas pelatihan yang ada dalam masing-masing paket pelatihan tesebut.

Keempat, dengan demikian, manajemen pelaksana tidak dapat melaksanakan tugasnya untuk melakukan evaluasi terhadap satu atau beberapa jenis atau kelas pelatihan yang ada di dalam masing-masing paket pelatihan tersebut.

“Berdasarkan temuan tersebut, manajemen pelaksana memutuskan untuk memberhentikan seluruh transaksi dan penjualan paket pelatihan yang ditawarkan Program Kartu Prakerja dapat dilakukan sesuai dengan aturan perundang-undangan yang berlaku. Keputusan ini berlaku sejak pemberitahuan ini ditandatangani,” bunyi surat keputusan tertanggal (30/06/2020).

Kartu Prakerja merupakan sebuah kartu yang digalangkan dalam rangka program pelatihan dan pembinaan warga negara Indonesia yang belum memiliki keterampilan. Kartu tersebut dipromosikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada masa kampanye Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2019.

sumber foto : Radar Kudus

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *