Oleh: Saima (Mahasiswa UIN Alauddin Makassar)

karebaindonesia.id – Pemerintah secara tidak langsung memanipulasi kita melalui kampanye yang mereka iklankan, secara bertahap mereka mendapatkan lebih dan lebih lagi kekuasaan politik untuk mereka sendiri. Regulasi-regulasi ditiadakan hambatan-hambatan birokrasi dihentikan. Privasi dikikis uang terbelit lebih dalam ke wilayah politik, melebihi era-era sebelumnya. Mengapa hal ini terjadi? Bisa jadi karena mereka hanyalah memberikan pada orang-orang tertentu.

Sebelumnya diungkapkan, ada 97.000 data “PNS misterius” hingga 2015 yang disebutkan masih mendapatkan gaji dan dana pensiun. Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana mengatakan, mengantisipasi adanya PNS yang tidak masuk dalam database pemerintah, pihaknya melakukan kickoff meeting yang membahas pemutakhiran data mandiri ASN dan Pejabat Pimpinan Tinggi (PPT) non-ASN pada (Kompas.com, 24/5/2021).

Sepanjang sejarah produktivitas dan pertumbuhan sistem pemuktahiran data sebelumnya berjalan dengan baik, meski begitu disatu sisi polarisasi sistem politik kapitalis-sekuler sangat mengerikan bahkan menghancurkan dan tampaknya selalu terdapat wabah korupsi di dalamnya. Semua korporasi yang bermain-main dengan kotoran, dengan buru-buru meninabobokan masyarakat agar menjadi orang-orang yang penurut dengan kelalaian birokrasi yang mereka lakukan atau lebih tepatnya adalah kejahatan (si jenius jahat).

Sementara itu, anggota Komisi II DPR RI, Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, terungkapnya data PNS fiktif sebanyak 97 ribu orang adalah musibah dalam penataan kepegawaian di tanah air. Menurut legislator Fraksi PDI Perjuangan DPR RI ini, perlu penjelasan yang komprehensif dari berbagai pihak terkait temuan ada 97 ribu PNS dan pensiunan yang ternyata orangnya tidak ada. Selama puluhan tahun, 97 ribu PNS misterius itu masih mendapat alokasi gaji dari Negara (Metropolitan.id, 26/5/2021).

Kejamnya Sistem Kapitalisme

Kapitalisme itu kejam, saking bebasnya maka siapapun orang yang kaya bisa jadi juara. Kapitalisme itu kejam karena tanpa adanya intervensi negara, kebebasan menjadi kebablasan. Intinya, yang kaya makin kaya dan yang miskin makin menderita. Kesenjangan mereka berdua adalah sebuah keniscayaan yang nyata. Untuk itu sangat susah menarik seseorang untuk keluar lagi dari kenikmatan sekali ia terpelosok di dalamnya, yang sebenarnya itu semua hanya kenikmatan semu. Orang-orang selalu keliru menganggap yang terasa nikmat sebagai yang sejatinya baik. Inilah mengapa pemimpin-pemimpin negara kapitalis-sekuler mau tidak mau selalu mencampakkan tanggungjawabnya di atas pemenuhan hasrat-hasrat mereka, karena dengan hal itulah hati mereka yang meletup-letup bisa terpuaskan. Walaupun menghancurkan masa depan negara.

Selain itu Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Guspardi Gaus, tak menutup kemungkinan terjadi persekongkolan sejumlah pihak dalam kasus puluhan ribu PNS fiktif ini. Ia pun mendesak pemerintah mengusut tuntas temuan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Tidak bisa sendiri itu, yang terkucur dana terus menerus, tiap bulan menerima gaji. Bisa saja dia berkolusi dengan institusi atau atasan yang bersangkutan, kata Guspardi kepada wartawan, (Nasional.sindonews.com, 26/5/2021).

Inilah salah satu bukti kebobrokan sistem kapitalis-sekuler menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya. Akibatnya negara membayar SDM tanpa memberi kontribusi kerja. Kacau balaunya data ASN bisa jadi akan memberikan sejumlah dampak yang tak diinginkan yang bisa saja merugikan negara. Uang dihamburkan utang ditumpuk namun korupsi tidak diusut-usut pada akhirnya negara hancur.

Artinya: Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: ”Ya Bapakku ambilah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) adalah orang yang kuat lagi dapat dipercaya.” (QS. al-Qashash:26).

Ayat tersebut memberikan pemahaman bahwa Islam mendorong umatnya untuk memilih pengawai negara atau calon pekerja negara sesuai dengan profesionalitasnya. Selain itu dalam pandangan Islam segala sesuatu harus dilaksanakan secara rapi, benar, tertib, dan teratur. Proses-prosesnya harus diikuti dengan baik, tepat, dan tulus yang sesuai dengan nilai-nilai islam. Manajemen Islam adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengawasan, yang semua prosesnya berpijak pada akidah Islam (al-Qur’an dan as-Sunnah).

Selain itu seiring dengan perkembangan zaman yang semakin pesat kegiatan ekonomi pun mengalami perkembangan, tidak ketinggalan juga ekonomi Islam yang semakin berkembang pada seluruh lini bisnis kontemporer yang harus dibarengi dengan manajemen sumber daya manusia yang amanah dan sejalan dengan nilai-nilai Islam. SDM syariah haruslah memiliki tauhid yang mendalam, perilaku yang selaras dengan syariah, SDM syariah juga harus menjadi pribadi yang memiliki komitmen tinggi pada kejujuran, amanah, professional, percaya diri, dan bisa diandalkan sesuai dengan ajaran-ajaran Islam yang berasal dari al-Quran dan Hadits. Pada intinya kita harus mengimplementasikan nilai-nilai Islam dalam proses merekrutmen dan mengembangkan pengawai negara sehingga terciptalah kemaslahatan bagi umat. Semua itu akan terwujud jika sistem Islam dijadikan aturan dalam menjalani kehidupan. Karena hanya Islamlah yang mampu menangani hal seperti ini sampai ke akar-akarnya. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *