Foto : Eks Jubir DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhammad Natsir

Makassar, Karebaindonesia.id – Polemik Partai Golongan Karya kian memanas, pasca terpilih Taufan Pawe secara Musyawarah di Hotel Sultan Jakarta pada 8 Agustus 2020 lalu.

Hal ini membuat eks juru bicara DPD I Partai Golkar Sulsel, Muhammad Natsir angkat bicara terkait kisruh internal ini.

Natsir sapaan akrab mengatakan bahwa polemik di masa konsolidasi akan merugikan partai. Beban berat partai terporsi secara tidak ideal, dimana seharusnya saat ini Golkar Sulsel sudah bisa eksis kembali di tangan nakhoda baru.

“Sebagai kader Partai Golkar, masing-masing kita menjaga posisinya untuk berperan secara strategis. Jika belum saatnya berada dikepengurusan, berarti partai menuntut peran lain dari kader tersebut,” ujarnya kepada awak media pada Jum’at, 28 Agustus 2020 kemarin.

Ia juga mengungkapkan bahwa selaku kader partai kita harus menjaga nama baik serta mematuhi hasil musyawarah dan mufakat yang telah terjadi di ruang lingkup partai.

Selanjutnya, Natsir mengajak seluruh kader dan simpatisan yang tergabung dalam keluarga besar Partai Golkar untuk senantiasa menjaga posisinya dalam berperan secara strategis.

“Jika belum saatnya berada di kepengurusan, berarti partai menuntut peran lain dari kader tersebut. Tiap masa ada orangnya dan tiap orang ada masanya. Saatnya sadar,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, kepengurusan DPD I Golkar Sulsel di bawah pimpinan Muhammad Taufan Pawe yang baru saja terbentuk mulai bergejolak. Hal ini terlihat pasca aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Pejuang Muda Partai Golkar Sulsel di depan kantor DPW Golkar Sulsel kemarin.[]

By Warman D. Sally

Pemimpin Redaksi Kareba Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

×

Powered by WhatsApp Chat

× Tanya Redaksi